Pemerintah Bakal Wajibkan Importir Menanam Kedelai

Ilustrasi: tanaman kedelai (ok. cybex ipb)

Jakarta, Villagerspost.com – Setelah kewajiban menanam bawang putih di dalam negeri diberlakukan bagi para pemegang izin impor bawang putih, hal serupa rencananya akan diberlakukan kepada pemegang izin impor kedelai. Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Maman Suherman mengatakan, wacana tersebut digulirkan sebagai upaya mendorong pengembangan kedelai nasional, baik melalui ekstensifikasi maupun intensifikasi untuk menumbuhkan minat petani menanam kedelai.

Selama ini pemerintah, kata Maman, telah memberikan bantuan sarana produksi berupa benih unggul. Untuk semakin meningkatkan minat tanam kedelai, pemerintah mewacanakan wajib tanam bagi para importir kedelai. “Keterlibatan importir wajib tanam kedelai sangat positif dalam rangka ikut membina dan memberi semangat kepada petani untuk mengembangkan kedelai nasional baik dengan pola mandiri maupun pola kemitraan,” ujar Maman dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Selasa (22/1).

Untuk mengatasi keterbatasan lahan, pengembangan kedelai diarahkan penanaman di lahan kering, integrasi dengan perkebunan, perhutanan dan budidaya tumpangsari. “Untuk dongkrak produksi, kami juga menyiapkan benih unggul varietas lokal dengan potensi produksi mulai 2-3,5 ton per hektare,” jelas Maman.

Sebagai catatan, angka produksi kedelai tahun 2018 sebesar 983 ribu ton. Angka ini merupakan capaian produksi tertinggi selama 2014-2018, dan lebih tinggi dibanding rata-rata produksi 2014-2018 yang berada di kisaran 859.830 ton. “Peningkatan Produksi tahun 2018 melonjak naik sebesar 82,39 % dibanding tahun 2017,” ujar Maman.

Sebelumnya, pemerintah memang telah mewajibkan tanam bawang putih bagi importir penerima Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH). Kementan mewajibkan para importir ini untuk menanam bawang putih di dalam negeri dan menghasilkan 5% dari total pengajuan rekomendasi impornya. Hal ini merupakan bagian dari program Kementan yang tengah gencar melakukan penanaman bawang putih di dalam negeri untuk mengejar target swasembada tahun 2021.

Direktur Jenderal Hortikultura Suwandi mengatakan, total kewajiban tanam para pemegang RIPH bawang putih taun 2017 mencapai 8.335 hektare. “Kalau sengaja mangkir dari kewajibannya, sudah ada sanksi yang mengatur. Kami tidak akan terbitkan rekomendasi impor di tahun berikutnya yang berdampak tidak terbitnya persetujuan impor,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Aneka Kacang dan Umbi Ali Jamil mengatakan, dalam pencapaian swasembada kedelai, ketersediaan benih juga memiliki peranan penting. Untuk memenuhi kebutuhan benih kedelai tahun 2019 seluas 1 juta hektare dengan kebutuhan benih 43 ribu ton, dia mengharapkan kebutuhan tersebut dapat disediakan dari pertanaman kedelai kegiatan 2018 dengan pola zonasi (pewilayahan), dengan dikawal oleh Balai Pengawasan Sertifikasi Benih (BPSB) setempat.

Ali menambahkan varietas kedelai yang banyak ditanam petani antara lain varietas Anjasmoro, Grobogan, Wilis dan Argomulyo. Selain itu ada beberapa varietas yang sedang dikembangkan oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), yaitu varietas Mutiara biji besar.

Di sisi lain, Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian (BB BIOGEN) Badan Litbang Pertanian, juga mengembangkan varietas kedelai dengan biji besar dengan nama varietas Bio Soy 1 dan Bio Soy 2. Pengembangan kedelai dengan biji besar dimaksudkan memenuhi permintaan para pengrajin tahu-tempe kita ke depan.

“Dengan adanya varietas baru ini diharapkan ketersediaan benih kedelai dengan biji besar dapat terpenuhi. Tentunya kita harapkan bisa menggantikan kedelai impor yg secara umum berbiji lebih besar dari varietas kita,” tegas Ali.

Untuk menjamin ketersediaan benih, Ali mengusulkan adanya pola kemitraan antara penangkar benih di wilayah pengembangan dengan produsen atau penyedia benih untuk pola penampungan calon benih yang di hasilkan penangkar di wilayah tersebut. “Selain itu perlu adanya pemanfaatan program Desa Mandiri Benih (DMB) untuk memenuhi kebutuhan benih kedelai In Situ,” pungkas Ali.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *