Pemerintah Diminta Batasi Impor Garam

Petambak garam tradisional. (dok. kiara)

Jakarta, Villagerspost.com – Anggota Komisi IV DPR RI Sutrisno meminta pemerintah membatasi importasi garam di tahun 2021. Hal tersebut disampaikan Sutrisno menanggapi rencana PT Garam untuk melakukan impor di tahun ini.

Direktur Utama PT Garam Achmad Ardianto sebelumnya mengatakan, pihaknya akan mengimpor garam sebanyak 3,7 ton untuk kebutuhan industri manufaktur. “Importasi garam masih diperkenankan hanya untuk CAP (Chlore Alkali Producer-red) yang menurut dirut itu yang memang belum mampu ditanggulangi PT Garam,” jelas Sutrisno dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi IV DPR RI dengan BUMN Klaster Pangan, di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Rabu (19/5).

Diketahui, harga garam pada tahun 2017-2019 mengalami penurunan signifikan disebabkan karena adanya importasi garam. Dampaknya, harga garam nasional memiliki besaran yang sama seperti di tahun 2010 hingga 2016 sebesar Rp445 per kilogram.

Pada kesempatan yang sama, anggota Komisi IV DPR RI Hermanto mengatakan, kebutuhan untuk membatasi importasi garam juga dilakukan dalam rangka menyerap garam lokal dari petani garam. Dia menambahkan, PT Garam telah memiliki stok 2,9 juta ton garam hingga akhir tahun, dengan rincian 2,5 juta ton dari garam lokal dan 329 ribu ton dari garam impor.

Karenanya politikus Partai Keadilan Sejahtera itu mempertanyakan rencana PT Garam untuk melakukan impor. “Kalau misalnya perhitungan kita sudah surplus seperti itu, mengapa kita juga melakukan importasi garam di tahun-tahun berikutnya?” ujar Hermanto.

“Kalau alasannya garam rakyat ini tidak terserap di dunia industri, saya minta berkali-kali supaya garam rakyat ini diperkuat agar memenuhi standar industri,” tambahnya.

Dengan adanya penguatan pengolahan garam lokal untuk kebutuhan industri ini, Hermanto berharap, tidak akan membuat petani garam kecewa karena tidak terserap untuk memenuhi kebutuhan, baik industri maupun rumah tangga.

“Jadi, jangan sampai semata karena pertimbangan industri jadi garam rakyat kita tidak terserap. Saya khawatir nanti ada kekecewaan luar biasa dari petani garam karena tidak terserap,” tegasnya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published.