Pemerintah Diminta Genjot Perikanan Budidaya

Budidaya perikanan di kabupaten Kampar, Riau (dok. kamparkab.go.id)
Budidaya perikanan di kabupaten Kampar, Riau (dok. kamparkab.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Komisi IV DPR meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk meningkatkan produksi perikanan budidaya. Wakil Ketua Komisi IV DPR Herman Khoiron mengatakan, budidaya laut masih kecil, belum sampai 4 persen dari keseluruhan target perikanan budidaya. Sementara budidaya air tawar sudah menyumbang hingga 23 persen dari target.

“Padahal, produksi perikanan tangkap sesuai prinsip lestari dibatasi maksimal 7 juta ton per tahun. Dalam target itu, harus dihitung pula 1,6 juta ton yang hilang akibat aktivitas illegal,” kata Herman seperti dikutip kkp.go.id, Jumat (6/11).

Herman mengatakan, peningkatan produksi perikanan harus lebih fokus pada produksi perikanan budidaya. Produksi perikanan budidaya masih dapat terus ditingkatkan.

“Seperti produksi dari budidaya laut yang masih dapat terus di tingkatkan. Ada Bawal Bintang, Kakap Putih dan Kerapu. Dari DPR sangat mendukung pengembangan dan pembangunan perikanan budidaya ini,” kata Herman menambahkan.

Diharapkan, dengan dilakukannya peningkatan produksi perikanan hasil budidaya, maka akan membentuk perikanan budidaya yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Tahun ini, Direktorat Jenderal (Ditjen) Perikanan Budidaya ditargetkan dapat mencapai sebesar 17,9 juta ton produksi perikanan budidaya. Jumlah itu termasuk rumput laut yang sepanjang tahun 2015 sudah memproduksi sebesar 7,3 juta ton.

Selama ini, produksi perikanan Indonesia dinilai masih bertumpu pada perikanan tangkap. Kebijakan pemerintah selama ini dinilai juga lebih fokus pada perikanan tangkap. Padahal, produksi perikanan tangkap berdasarkan prinsip lestari dibatasi maksimal 7 juta ton per tahun. Produksi perikanan budidaya pada 2015 tercatat baru mencapai 2,5 juta ton.

Atas permintaan itu, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto mengatakan akan menggenjot produksi perikanan budidaya. Lebih lanjut, dia mengatakan, target tersebut meningkat jika dibandingkan dengan hasil produksi 2014 lalu, yakni sebesar 14,52 juta ton dan sebagian besar di dominasi oleh produksi rumput laut.

“Sebesar 70 persen dari total produksi merupakan rumput laut, 22 persen dari air tawar dan sisanya berasal dari udang dan ikan laut,” paparnya.

Demikian pula dengan investasi di bidang ini. Hingga kuartal III 2015, kata Slamet, realisasi investasi perikanan budidaya mencapai Rp19 triliun. “Investor yang tertarik menanamkan investasi juga termasuk dari beberapa negara seperti Norwegia dan China. Sebagian tertarik berinvestasi di budidaya tambak terintegrasi, juga pada budidaya laut atau marikultur,” terang Slamet.

Pihak KKP sendiri telah membuka peluang lebar bagi investor, untuk menyuntikkan dananya,terutama pada sektor produksi perikanan hasil budidaya.

“Tentunya sesuai arahan Ibu Menteri Kelautan dan Perikanan, kita kembangkan usaha budidaya yang berkelanjutan, tidak serakah dan selalu memperhatikan lingkungan sekitarnya dan masyarakat sekitarnya,” kata Slamet Soebjakto.

Potensi pengembangan perikanan budidaya yang masih luas, mendorong pemerintah untuk mengembangkan dan meningkatkan produksi perikanan dari produksi perikanan budidaya. Meskipun demikian, upaya untuk meningkatkan produksi perikanan  budidaya  harus tetap di topang dengan menekan eksploitasi yang berlebihan terhadap sumberdaya alam.

“Produksi perikanan budidaya, dari tahun ke tahun terus di genjot dan di tingkatkan. Dengan penerapan teknologi budidaya yang mengedepankan efisiensi dan ramah lingkungan, kita harapkan produksi perikanan Indonesia memiliki nilai tambah sehingga meningkatkan daya saing produk di pasar regional maupun global,” lanjut Slamet.

Terbukanya lahan bagi investor domestik maupun asing di sektor produksi perikanan budidaya, tak ayal adalah upaya pemerintah, untuk menciptakan iklim produksi perikanan budidaya yang mandiri dan berkelanjutan. Dengan demikian, diharapkan mampu menggerakkan perekonomian daerah dan nasional, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menyerap tenaga kerja bagi usaha perikanan budidaya. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *