Pemerintah Ditantang Wujudkan Komitmen Perangi Sampah Plastik

Sampah plastik dipilah untuk diaudit sehingga diketahui merek mana yang produknya paling banyak mencemari kawasan pantai Impian Remaja, Tangerang, Banten (dok. greenpeace)

Jakarta, Villagerspost.com – Pemerintah Indonesia mengeluarkan komitmen untuk mengatasi krisis sampah plastik. Komitmen tersebut ditegaskan pada pertemuan World Economic Forum yang sedang berlangsung di Davos, Swiss. Pemerintah berencana mewujudkan Indonesia terbebas dari polusi plastik tahun 2040, dengan lima langkah yang mengedepankan konsep ekonomi sirkuler.

Menanggapi komitmen tersebut, Jurukampanye Urban Greenpeace Indonesia Muharram Atha Rasyadi mengatakan, pemerintah tidak lagi bisa melakukan langkah biasa (bussiness as usual) dalam menyelesaikan krisis sampah plastik.

“Pemerintah menyatakan untuk tidak lagi melakukan langkah yang biasa (business as usual) dalam menyelesaikan krisis sampah plastik. Akan bekerja sama dengan industri untuk mengaplikasikan ekonomi sirkuler, yang memuat unsur penggunaan kembali dan isi ulang, serta mereduksi penggunaan plastik. Hal ini seharusnya sudah lama dilakukan mengingat Indonesia sudah berada di titik krisis masalah sampah plastik,” ujarnya, di Jakarta, Rabu (22/1).

Dia menegaskan, pemerintah harus segera menuangkan komitmennya dalam bentuk peraturan dengan detail kewajiban bagi pelaku industri untuk tidak lagi bergantung pada plastik sekali pakai. “Tanpa aturan resmi akan sulit mengukur realisasi komitmen tersebut. Apalagi target terdekat adalah mengurangi sampah plastik di laut sebanyak 70 persen pada tahun 2025,” ujar Atha.

“Kita perlu langkah yang cepat dan signifikan bukan hanya dari pemerintah, tetapi juga pelaku industri, mengingat masalah ini tidak sesederhana yang dipikirkan oleh pemerintah, melainkan sangat sulit dan kompleks, di mana plastik sudah menciptakan tingkat ketergantungan yang sangat tinggi dengan kenyamanan ‘palsu’ yang diberikan pada masyarakat,” pungkasnya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *