Pemerintah Menunggak Dana Subsidi Pupuk Rp3,2 Triliun ke PT Pusri | Villagerspost.com

Pemerintah Menunggak Dana Subsidi Pupuk Rp3,2 Triliun ke PT Pusri

Distribusi pupuk bersubsidi oleh pemerintah (dok. bojonegorokab.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Direktur Utama PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Mulyono Prawiro berharap pemerintah membayar tunggakan dana subsidi penyaluran pupuk atau public service obligation (PSO) selama tiga tahun sebesar Rp3,2 triliun. Mulyono mengatakan, jika segera dibayarkan maka Pusri berencana meningkatkan kapasitas produksi untuk meningkatkan daya saing di industri pupuk dalam negeri maupun luar negeri.

Pusri mencatat piutang subsidi itu sejak tahun 2015-2018 dengan rincian, tahun 2015 (audited) Rp1,034 triliun, tahun 2016 (audited) Rp1,261 triliun, tahun 2018 (un-audited) Rp871 miliar, dan PPN Wapu Rp95 miliar. Total piutang subsidi sejak 2015 hingga 2018 mencapai Rp3,263 triliun.

Mulyono mengaku, pihaknya selaku BUMN yang beroperasi di Sumatera Selatan sudah berkomunikasi dengan Kementerian Pertanian. Perusahan dijanjikan akan dilakukan pembayaran. “Hanya saja, pembayaran tidak dapat dilakukan saat ini karena piutang tersebut sedang diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” kata Mulyono, Kamis (7/2).

Meski pemerintah masih berutang, Mulyono mengatakan, Pusri tetap menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi ke masyarakat demi ketahanan pangan nasional. Bahkan, sistem dan manajemen penyalurannya dijamin akan lebih baik jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Khusus untuk periode 2019, Pusri mengawasi penyaluran pupuk subsidi dari distributor, pengecer hingga ke masyarakat untuk mencegah terjadinya kekurangan stok mengingat masa musim tanam. Berdasarkan data yang dimiliki Pusri diketahui per 4 Februari 2019, stok pupuk PSO di lini III-IV Provinsi Sumatera Selatan yaitu urea sebesar 101.926 ton, stok NPK sebesar 2.761 ton.

Sebelumnya, pemerintah memangkas alokasi pupuk subsidi yang disalurkan PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) ke masyarakat dari semula 9,5 juta ton menjadi 8,5 juta ton pada 2019. Pengurangan jumlah pupuk subsidi itu menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan pada tahun mendatang karena selama ini telah menyerap 50 persen produksi Pusri.

Dengan begitu, perusahaan harus fokus mengalihkan pemasaran ke penjualan komersial mengingat pada tahun 2019 akan berproduksi sekitar 2,05 juta ton. “Produksi ini harus terserap semua karena biaya yang dikeluarkan sudah tinggi,” kata Mulyono.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *