Pemerintah Siapkan 9 Juta Ton Pupuk Subsidi untuk Petani Miskin

Distribusi pupuk bersubsidi oleh pemerintah (dok. bojonegorokab.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pemerintah telah menyiapkan 9 juta ton pupuk bersubsidi untuk petani miskin di musim tanam kedua ini.

Syahrul memaparkan, berdasarkan data di elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK), sebenarnya, permintaan akan pupuk subsidi melonjak hingga mencapai 24 juta ton.

“Namun dari permintaan tersebut yang mampu disiapkan hanya sembilan juta ton,” kata Syahrul, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (3/5).

Itu pun, kata dia, hanya diperuntukkan bagi petani miskin, yaitu petani yang areal sawahnya di bawah dua hektare. Dia membantah, pembatasan itu dilakukan karena terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi.

“Karena itu (pupuk) bukan langka. Tapi selektif sekali kita keluarkan,” ujar Syahrul.

Syahrul menyatakan, sembilan juta ton pupuk subsidi sesuai porsi e-RDKK yang mampu dipenuhi pemerintah itu, saat ini sudah tersedia. Namun saat ini, belum semua petani membutuhkan pupuk tersebut.

Seperti misalnya untuk Kabupaten Indramayu, lanjut Syahrul, pupuk yang dibutuhkan sekitar 300 ribu ton. Dari jumlah tersebut, saat ini penggunaannya baru 40 persen.

Sementara itu, Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Sutatang, berharap agar petani di Kabupaten Indramayu tidak lagi mengalami kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi. Pasalnya, pupuk merupakan kebutuhan yang mendasar bagi tanaman padi.

“Untuk itu, kami minta agar pendataan e-RDKK benar-benar valid,” tegas Sutatang.

Sutatang mengatakan, selama ini ada petani yang tidak punya garapan, justru masuk ke dalam e-RDKK. Bahkan, ada petani yang telah meninggal juga masuk ke dalam e-RDKK.

Saat musim tanam rendeng lalu, lanjut Sutatang, para petani dan kelompok tani akhirnya mengambil kebijakan sendiri untuk mengatasi kesulitan memperoleh pupuk subsidi.

“Yakni, dengan mengalihkan jatah pupuk subsidi dari petani yang tidak memiliki garapan kepada petani yang memiliki garapan namun tidak masuk ke dalam e-RDKK,” ujarnya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *