Pemerintah “Utang” Rp2 Triliun ke Pabrik Pupuk

Pengawasan distribusi pupuk bersubsidi (dok. bojonegorokab.go.id)
Pengawasan distribusi pupuk bersubsidi (dok. bojonegorokab.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Pemerintah ternyata memiliki “utang” kepada pabrik pupuk hingga sebesar Rp2 triliun. Hal itu terungkap dalam kunjungan kerja Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat ke PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), Senin (1/8). Dalam kesempatan itu, para anggota dewan meninjau Gudang PT PIM di Banda Aceh.

“Kedatangan kami ke Banda Aceh ini salah satunya dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan kepada Mitra kerja kami. Dan setelah kami melihat dan mendengar langsung dari pihak PIM kami mendapati bahwa ada kekurangan bayar dari pemerintah ke para produsen pupuk, termasuk PT PIM, yang totalnya sekitar dua triliun rupiah,” ungkap Ketua Komisi IV DPR, Edhie Prabowo.

Edhie pun mengingatkan agar pemerintah segera melunasi kekurangan pembayaran itu. Dia mengatakan, dana yang tertunggal itu sangan penting bagi produsen pupuk untuk mengembangkan usaha. Oleh karena itu ia berharap pemerintah pusat segera melunasi kekurangan bayar tersebut. Salah satunya dengan memasukannya dalam APBN mendatang.

Terlebih, kata Edhie, sebelumnya para produsen pupuk, termasuk PT PIM kondisinya seperti mati suri. Namun belakangan sudah mulai bangkit dan bergerak.

“Tentunya kondisi yang menggembirakan ini harus terus didukung dan didorong, salah satunya melalui kebijakan anggaran. Kami berharap kekurangan bayar itu dapat segera diatasi,bahkan jika memungkinkan mendapat tambahan anggaran,” ujar politisi Partai Gerindra ini.

Sementara itu Direktur utama PT PIM, Achmad Fadhiel menjelaskan, kekurangan pembayaran dari pemerintah tersebut terdiri dari kekurangan bayar pada tahun 2014 sebesar Rp1,13 triliun, tahun 2015 sebesar Rp443 miliar. Sementara yang sebesar Rp500 miliar merupakan kekurangan pembayaran pada tahun berjalan. (*)

Ikuti informasi terkait pupuk >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *