Pemuda Bandung Siap Sukseskan Regenerasi Petani

Talkshow regenerasi petani, dalam rangka roadshow Duta Petani Muda 2016 (dok. villagerspost.com/said abdullah)
Talkshow regenerasi petani, dalam rangka roadshow Duta Petani Muda 2016 (dok. villagerspost.com/said abdullah)

Bandung, Villagerspot.com – Roadshow pencarian Duta Petani Muda 2016 putaran ketiga menghentak kota Bandung. Dalam roadshow yang dihelat di ruang Multimedia, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Rabu (5/10) ini, para pemuda Bandung juga menggaungkan tekadnya mempertahankan pertanian dan terjun ke dunia pertanian.

“Mahasiswa jurusan pertanian banyak yang keluar dari sektor pertanian setelah lulus. Kita generasi pertanian saat ini harua berjuang mempertahankan pertanian dan terjun ke dunia pertanian,” kata Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Faperta Unpad Agung M Yusuf.

Sementara itu, Ketua Program Studi Agribisnis Unpad Dr. Ir. Iwan Setiawan, M.Si mengatakan, pertanian adalah pondasi sebuah peradaban. “Kalau pertanian diabaikan negara akan hancur,” ujarnya.

Sayangnya, saat ini regenerasi di bidang pertanian terancam macet. Iwan mengatakan, faktor ketidaktertarikan pertanian yang membuat anak muda tidak mau bertani adalah karena pertanian belum menjadi bisnis yang profitabe (menguntungkan). “Mengapa orang Indonesia mau ke China padahal jadi petani juga? Karena di sini tidak profitable,” terang Iwan.

Sementara, tantangan sarjana pertanian yang ingin kembali ke yang terutama adalah akses sumber daya atau lahan. Namun ini, kata Iwan, bisa disiasati dengan kreativitas. “Kalau belum bisa di onfarm, bergeser ke off farm. Kalau mau di offfarm, harus berinovasi. Perlu kreatif baik sisi komoditas maupun di sisi nilai tambah,” ujarnya.

Iwan menekankan, sangat penting didorong “Agribisnis Ekologis” atau pertanian selaras alam. “Karena saat ini usaha pertanian tidak memperhatikan aspek sustainability (keberanjutan) dengan penggunaan input berlebih yang merusak ekologi.

Koordinator Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) Said Abdullah mengatakan, untuk membuat anak muda tertarik di bidang pertanian Indonesia, maka image pertanian yang terlalu maskulin perlu diubah. “Peran perempuan sangat penting di rantai nilai pertanian dari produksi hingga pengolahan,” katanya.

Kemudian, akses terhadap lahan juga sangat penting untuk kaum muda dan ini harus bisa dipecahkan secara bersama-sama. “Tanpa penguasaan lahan yang cukup, kondisi pangan kita tidak akan kemana-mana, tidak ada perubahan,” tegasnya.

Para mahasiswa yang hadir dalam diskusi yang diselenggarakan bersama BEM Faperta Unpad itu, mendapatkan sambutan hangat dari para mahasiswa. Para mahasiswa dalam kesempatan itu juga ikut melontarkan pendapatnya. Misalnya, soal niat mahasiswa untuk masuk universitas di jurusan pertanian agak setengah-setengah, karena image pertanian kurang bagus.

Begitupun dari perspektif orang tua masih tidak setuju anaknya bertani. “Spirit pertanian perlu didorong dan perlu cara mengubah paradigma tersebut,” ujar seorang peserta.

Sebagaimana acara-acara sebelumnya, roadshow pencarian Duta Petani Muda 2016 ini juga diramaikan dengan penampilan komunitas musik Akar Bambu yang membawakan lagu “Ilmu Bumi” Lewat lagu itu, Akar Bambu mengajak kita semua untuk ikut menjadi bagian penjaga bumi. Akar bambu juga menampilan nomor andalannya Sudirman Soedjono yang bercerita tentang regenerasi petani.

Ikuti informasi terkait pencarian Duta Petani Muda 2016 >> di sini <<

Laporan: Ulil Ahsan, Tim Jurnalis KRKP

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *