Penanganan Pasca Gempa, Oxfam Kirim Tim dan Alat Pemurnian Air

Peta ilustrasi pusat gempa yang melanda Palu-Donggala dan sekitarnya di Sulawesi Tengah (dok. diskominfo kaltim)

Jakarta, Villagerspost.com – Lembaga kemanusiaan internasional Oxfam telah mengirimkan tim yang dilengkapi dengan berbagai perlengkapan untuk penanganan tanggap darurat pasca gempa dan tsunami yang melanda kawasan Palu-Donggala dan sekitarnya. Tim tersebut juga membawa peralatan untuk pemurnian air untuk mengatasi masalah keterbatasan air bersih.

Manajer Kemanusiaan Oxfam di Indonesia Ancilla Bere mengatakan, air tetap menjadi masalah utama, dengan sebagian besar infrastruktur pasokan, seperti pipa, rusak akibat gempa. “Beberapa air minum sedang diangkut dengan truk ke komunitas yang hancur, tetapi tidak cukup untuk puluhan ribu orang yang membutuhkan, dan di unit pemurnian air akan membantu memenuhi permintaan,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Sabtu (6/10).

Saat ini diketahui, jumlah korban tewas akibat tsunami telah meningkat menjadi lebih dari 1.400 orang, dan masih ada kekhawatiran akan meningkat lebih lanjut. Ada perkiraan sebanyak 300.000 orang kehilangan tempat tinggal dan lebih dari 2,5 juta orang telah terkena dampak musibah tersebut.

“Oxfam bekerja untuk memberikan unit pemurnian air sesegera mungkin dan meningkatkan responsnya untuk menjangkau 500.000 orang dengan air bersih, pasokan bantuan penting, seperti peralatan kebersihan, perlengkapan air dan paket penampungan. dan dukungan mata pencaharian,” terang Ancilla.

Dia mengatakan, skala kerusakan akibat gempa dan tsunami sangat besar dan ada kekhawatiran banyak mayat terkubur di bawah rumah dan bangunan yang runtuh. “Di banyak daerah di Palu dan kota-kota sekitarnya, tidak ada air yang mengalir dan sedikit toilet yang berfungsi, dan sanitasi adalah masalah serius,” ujarnya.

Staf dari Oxfam Indonesia dan mitra lokal telah tiba di Palu, Sulawesi, dengan beberapa tim lain masih dalam perjalanan. Mereka akan menyediakan pasokan bantuan dan mengatur sistem pemurnian air segera setelah peralatan tersebut tiba.

“Kesulitan mendapatkan peralatan dan pasokan ke Palu, karena kerusakan jalan, jembatan dan bandara, masih menghambat upaya respons,” tegas Ancilla.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *