Penetapan HPP Gabah-Beras Cederai Petani

Presiden Joko Widodo meninjau penyaluran beras miskin (dok. setkab.go.id)
Presiden Joko Widodo meninjau penyaluran beras miskin (dok. setkab.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) menilai, penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah/Beras telah mencederai petani. “AB2TI memohon pemerintah untuk meninjau ulang kebijakan penetapan HPP tahun 2016,” kata Ketua Umum AB2TI dan Guru Besar Fakultas Pertanian IPB Dwi Andreas Santosa dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Rabu (17/2).

(Baca Juga, Mentan: Anomali Pasar Permainan Mafia Beras)

Seperti diketahui, pemerintah memutuskan HPP Gabah/Beras untuk tahun 2016 sama dengan HPP tahun 2015. Penetapan itu dilakukan berdasarkan berlandaskan pada Inpres No 5/2015. Pada Inpres tersebut harga gabah di petani ditetapkan sebesar Rp3700 per kg atau naik 12,1 persen dari HPP tahun 2012 sedangkan beras naik 10,6 persen.

HPP tersebut berlaku sama untuk tahun 2016. Andreas menilai, penetapan HPP tersebut sungguh mencederai petani karena jauh dibawah inflasi yang naik sebesar 25,17 persen selama 4 tahun terakhir (2012-2015). “Pemerintah tidak berpihak ke petani yang telah berjuang sangat keras untuk memenuhi kebutuhan pangan kita di tahun-tahun sulit terutama di tahun 2015 yang lalu,” ujar Andreas.

Penetapan HPP tersebut juga bermakna petani diminta semakin miskin untuk menjaga harga beras yang rendah ditingkat konsumen. “Dalam kenyataannya tidak ada keterkaitan antara HPP dan harga beras di tingkat konsumen,” tegas Andreas.

Harga beras yang luar biasa tinggi di tahun 2015 dan awal tahun 2016 bukan disebabkan kenaikan HPP tetapi karena kesalahan tata kelola pangan yang mengandalkan data produksi yang tidak akurat. Buruknya tata kelola pangan tersebut telah merugikan baik konsumen maupun petani.

“Berdasarkan hal tersebut  AB2TI mengusulkan penetapan HPP gabah di tingkat petani sebesar Rp4.130 per kg,” pungkasnya. (*)

Ikuti informasi terkait masalah beras >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *