Pengkayaan Mangrove Mantehage: Pulihkan Ekosistem, Bangkitkan Potensi Wisata Sulawesi Utara

Kegiatan pengkayaan mangrove di Mantehage, melibatkan juga para pelajar (dok. tn bunaken)

Bunaken, Villagerspost.com – Balai Taman Nasional Bunaken melakukan kegiatan pengkayaan mangrove di Pulau Mantehage. Sebanyak 1500 bibit mangrove ditanam di Desa Tinongko, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Sabtu (24/3) lalu.

Aktivitas pengkayaan mangrove mantehage dengan melibatkan para mitra dan instansi seperti Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, Lantamal VIII Manado, Kapolsek Wori, Koramil Wori, Babinkamtibmas dan Babinsa Mantehage. Kegiatan ini juga melibatkan kelompok masyarakat setempat serta Kader Konservasi dan siswa-siswi SD Negeri dan SMP Negeri Wori.

Kepala Balai Taman Nasional Bunaken Dr. Farianna Prabandari disela kegiatan pengkayaan mangrove menyampaikan, Balai TN Bunaken selain melakukan kegiatan pemulihan ekosistem juga mensosialisasi pentingnya fungsi ekosistem mangrove. “Mangrove berfungsi sebagai tempat perkembangbiakan berbagai hewan laut, penahan gelombang pasang dan fungsi ekowisata, kami juga mensosialisasikan bahwa mangrove merupakan komponen ekosistem yang mampu menyerap karbon,” kata Farianna, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Senin (26/3).

Dalam penelitian yang dipublikasikan oleh Purnobasuki Departemen Biologi Universitas Erlangga, satu hektare hutan mangrove mampu menyerap lebih kurang 110 kg/ha karbon. Dari jumlah itu, sepertiganya dilepaskan berupa endapan organik di lumpur.

“Kewajiban kita bersama untuk menjaga kelestarian hutan, bila hutan lestari kita menjaga lingkungan hidup, dan apabila rusak banyak jasa lingkungan yang hilang serta kita berupaya memberikan kontribusi dalam penanganan pemanasan global,” tambah Farianna.

Hutan Mangrove di Pulau Mantehage memiliki luas lebih dari 1.300 ha, dengan kemudahan aksesibilitas dari Pelabuhan Manado, Dermaga di Wori, dekat dengan Pulau Bunaken serta berada di kawasan Taman Nasional Bunaken yang merupakan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional. Pengembangan Mangrove Park Mantehage merupakan bagian dari kebijakan ekowisata di Taman Nasional Bunaken, mendukung pembangunan daerah, pengembangan wisata bahari dan menarik wisatawan yang ekotour sebagaimana slogan “Ayo ke Taman Nasional”.

Khusus untuk fungsi ekowisata mangrove Pulau Mantehage disiapkan pemanfaatannya menjadi Mangrove Park. “Kami akan melengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang seperti mangrove trail, visitor information center dan building research serta toilet, menara pandang dan pengamatan burung,” tegas Farianna.

Aktivitas wisata alam di mangrove Mantehage dapat dilakukan dengan menyusuri mangrove dengan katinting masyarakat, pengamatan burung (bird watching), interpretasi jasa lingkungan dan sebagainya. “Dengan demikian pembangunan Mangrove Park Mantehage akan memberikan manfaat kepada masyarakat dan pertumbuhan ekonomi lokal di Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Manado,” pungkas Farianna.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *