Penyembelihan Secara Halal dan Kosher Kembali Dipersoalkan di Inggris

Ilustrasi sapi potong (dok. bkpd.jabarprov.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Penyembelihan secara halal menurut aturan Islam dan kosher menurut aturan Yahudi yang mensyaratkan hewan ternak harus disembelih dalam keadaan sadar, kembali dipersoalkan oleh sejumlah pihak di Inggris. Kelompok pembela kesejahteraan hewan Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animals (RSPCA) bergabung dengan Asosiasi Dokter Hewan Inggris (British Veterinary Association–BVA) mendesak pemerintah Inggris mencabut pengecualian terhadap penyembelihan hewan secara halal dan kosher tanpa terlebih dahulu dilakukan pemingsanan terhadap hewan.

Mereka menilai, penyembelihan hewan tanpa dipingsankan lebih dulu, menyebabkan rasa sakit dan penderitaan yang tidak perlu bagi hewan yang disembelih. Mereka mengungkapkan, sepanjang tahun 2017-2018, terdapat 120 juta hewan yang disembelih tanpa dilakukan pemingsanan terlebih dahulu.

Dalam surat terbuka kepada Sekretaris Lingkungan Michael Gove, BVA dan RSPCA mendesak pemerintah Inggris untuk mengubah undang-undang di Inggris yang saat ini memungkinkan penyembelihan tanpa pemingsanan untuk tujuan keagamaan. Mereka juga menuntut pemerintah memberikan transparansi kepada publik lebih lanjut tentang masalah ini dengan merilis survei penyembelihan komprehensif tahun 2018, yang semula akan dirilis musim gugur 2018.

“Kami menentang penyembelihan tanpa dilakukan pemingsanan dan kami menyerukan diakhirinya praktik ini karena hal itu secara serius membahayakan kesejahteraan hewan. Kekhawatiran kami tidak terkait dengan ekspresi keyakinan agama tetapi kesejahteraan hewan,” kata Kepala eksekutif RSPCA Chris Sherwood, seperti dikutip dari poultrynews.co.uk, Jumat (8/2).

“Sampai ada perubahan dalam undang-undang untuk mengakhiri penyembelihan tanpa pemingsanan, ada beberapa langkah yang bisa diperkenalkan oleh Pemerintah Inggris untuk mengurangi penderitaan hewan yang terlibat dalam praktik ini. Misalnya, dengan memastikan kesepakatan dagang dengan negara lain tidak termasuk daging non pemingsanan atau hewan hidup untuk penyembelihan non pemingsanan, pelabelan yang jelas harus diadopsi untuk memungkinkan konsumen membuat pilihan yang tepat tentang daging yang mereka beli dan bagaimana daging itu disembelih.” jelasnya.

Presiden BVA Simon Doherty mengatakan, pemerintah Inggris telah berulang kali menyatakan akan lebih suka melihat semua hewan dibuat pingsan, sebelum disembelih tetapi tidak mengambil tindakan untuk mengatasi masalah kesejahteraan yang mempengaruhi jutaan hewan setiap tahun.

“Sangat mengecewakan bahwa data yang akan memberikan patokan berharga untuk tingkat pembantaian non-setrum di Inggris belum melihat cahaya hari meskipun ada jaminan sepanjang tahun lalu bahwa itu akan segera diumumkan,” ujarnya.

Dia menegaskan, ada gelombang besar dukungan untuk pelarangan penyembelihan non pemingsanan dan perkembangan terakhir di Belgia menunjukkan bahwa perubahan yang menentukan adalah mungkin di mana dukungan publik disesuaikan dengan kemauan politik.

“Michael Gove telah menjelaskan, dia ingin mempertahankan dan membangun reputasi Inggris sebagai pemimpin global dalam hal kesejahteraan hewan; melarang pembantaian non pemingsanan adalah cara pasti untuk menunjukkan bahwa ia akan memenuhi komitmen ini,” kata Simon.

“Jika penyembelihan tanpa pemingsanan terus diizinkan di Inggris, maka daging dan ikan dari sumber ini harus diberi label dengan jelas, untuk membantu pelanggan membuat pilihan berdasarkan informasi tentang makanan yang mereka beli dan makan,” tambahnya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *