Perdagangan Penyu di Kawasan TN Bunaken Masih Marak

Cangkang penyu yang ditemukan oleh tim patroli resor Popareng di sekitar perbatasan kawasan TN Bunaken (dok. taman nasional bunaken)

Popareng, Villagerspost.com – Perdagangan penyu diduga masih saja terjadi di kawasan Taman Nasional Bunaken. Pada Kamis (4/7) kemarin, Tim Patroli Polhut Resort Popareng menemukan cangkang penyu di kawasan hutan mangroe Batu Tidung, Popareng, perbatasan dengan kawasan TN Bunaken, SPTN Wilayah II.

Cangkang penyu tersebut ditemukan pada posisi koordinat BT 123°30′ 54″ LU1°18′ 3″. “Pada saat ditemukan kondisi penyu sudah membusuk serta bagian-bagiannya terpisah seperti kepala dan kaki-kaki,” kata Polhut Resort Popareng M. Hasan Sahri, dalam keterangan pers yang diterima Villagerspost.com.

Temuan cangkang penyu ini memperkuat dugaan maraknya perdagangan penyu dalam bentuk daging (dok. taman nasional bunaken)

Diduga kondisi tersebut terjadi karena penyu diamankan dengan cara diikat oleh pelaku dalam area mangrove karena di sekitar lokasi terdapat tali yang diduga sebagai pengikat penyu hingga penyu mati. “Informasi dari masyarakat perdagangan penyu di pasaran saat ini dijual sudah dalam bentuk daging hal dilakukan untuk menyamarkan pantauan petugas,” ujar Sahri.

Penyu merupakan satwa yang dilindungi berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990 terang Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistemya. Penyu juga dilindungi oleh Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa serta Peraturan Menteri LHK P. 92 tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

Petugas juga menemukan batang kayu mangrove yang diduga sengaja ditebang (dok. taman nasional bunaken)

Di sekitar lokasi kejadian banyak terpasang sero penangkap ikan milik nelayan yang juga berpotensi menjerat satwa dilindungi seperti penyu dan duyung secara tak sengaja. Pemantauan terus dilakukan oleh petugas Resort Popareng untuk memeriksa sero-sero apabila terdapat satwa dilindungi yang terperangkap.

Tidak jauh dari lokasi penemuan cangkang penyu tim juga menemukan tumpukan kayu mangrove jenis ting (nama lokal) atau Ceriops tagal berjumlah 28 batang berdiameter 5-7 cm dengan panjang 4 meter. Kemudian keseluruhan kayu bakau diangkut dan diamankan sementara dikantor Resort Popareng sebagai barang bukti.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *