Perjuangkan Harga, Petani Kelapa Tanjungbalai-Asahan Menuju Istana Negara

Mewakili para petani kelapa/kopra se Tanjungbalai-Asahan, para pengurus asosiasi petani kelapa/kopra Tanjungbalai-Asahan akan menuju Istana Negara, Januari mendatang (villagerspost.com/Abu Bakar Panjaitan)

Asahan, Villagerspost.com – Demi memperjuangkan harga kelapa-kopra yang sedang jatuh, para petani kelapa yang tergabung dalam Asosiasi Petani Kelapa/Kopra se-Kabupaten Asahan dan Tanjungbalai, bersepakat menuju Istana Negara untuk membahas masalah ini dengan Presiden Joko Widodo. Ketua Dewan Pembina Asosiasi Petani Kelapa/Kopra se-Kabupaten Asahan-Tanjungbalai Abdul Gafur Ritonga mengatakan, dia sudah mendapatkan informasi, Jokowi bersedia beraudiensi dengan para petani pada 15 Januari 2019.

Kabar tersebut juga sudah disampaikan Gafur saat melantik para pengurus asosiasi, di Desa Sei Kepayang Kanan, Kecamatan Sei Kepayang,Kabupaten Asahan, Jumat (21/12) lalu. Gafur yang juga calon anggota DPRD Sumatera dari Partai Golkar nomor urut 8 ini mengatakan, dia sudah mengkonfirmasi hal tersebut melalui salah satu staf Jokowi, Iwan Nurdin, dari Kantor Staf Presiden.

“Beliau menyampaikan kepada saya, nanti kita tunggu di Jakarta. Saya berharap perwakilan-perwakilan asosiasi petani kelapa sudah membawa segudang pertanyaan yang akan dilontarkan nantinya di Istana Negara,” kata
Gafur kepada Villagerspost.com.

“Insya Allah kita akan menyeriusi persoalan ini supaya semua pihak dapat menjaga stabilitas politik, karena tahun depan kita masuk di tahun politik.
Kita menyadari bahwa masih banyak kekurangan-kekurangan, yang jelas pemerintah tetap optimis menyikapi persoalan-persoalan yang ada tentunya untuk kemajuan dan keberdaulatan bangsa ini,” tambah Gafur.

Abdul Gafur Ritonga juga berharap asosiasi yang dibentuk dapat mengontrol dan mengawasi harga kelapa/kopra agar jika ada penurunan harga kelapa bisa segera diantisipasi. “Hal ini dikarenakan adanya kilang-kilang yang nakal bisa memonopoli harga pasar yang dikhawatirkan mengkooptasi harga kelapa yang ada, sehingga kita tidak mau petani selalu dirugikan,” tegasnya.

Gafur juga berharap dengan asosiasi petani kopra tersebut bisa menggagas bahan-bahan dari pohon kelapa dapat dimaksimalkan, karena potensi sumber daya alam Kabupaten Asahan-Tanjungbalai umumnya, sebagian besar berpenghasilan dari kelapa. Ini terbukti di berbagai desa, seperti Desa Sei kepayang, Desa Pematang, Kapias Batu Lapan, Desa Bandar Jawa, Lubuk Palas, Air Joman dan sebagainya.

“Jika petani kelapa bersatu bukan tidak mungkin nantinya desa-desa yang notabanenya berpenghasilan kelapa tersebut kita jadikan desa literasi wisata pohon kelapa, dimana nantinya ada edukasi bahwa pohon kelapa bukan hanya diambil buahnya akan tetapi banyak yang bermanfaat dari pohon kelapa. Kita berharap asosiasi ini nantinya bisa menjadi pengarah kemajuan dari semua desa yang umumnya penghasil kelapa,” papar Gafur.

Gafur juga menegaskan, sudah saatnya para petani kelapa harus keluar dari zona nyamannya, petani harus mampu menciptakan peluang-peluang baru. “Karena di Jawa batang pohon kelapa itu sudah diolah menjadi furniture, cenderamata, dan lain sebagainya. Disamping itu sabutnya juga bisa diolah dan diekspor keluar negeri,” ujarnya.

Abdul Gafur Ritonga yakin, sektor ekonomi bisa meningkat pesat dengan potensi pohon kelapa. Dia juga berharap adanya support pemerintah terkait asosiasi petani kelapa ini, karena jika itu terjadi maka yang dibutuhkan adalah mesin-mesin pengolah baik batangnya maupun sabut kelapanya.

Ke depan, dia berharap, semua potensi ini bisa dikembangkan menjadi potensi agroindustri desa-desa yang nantinya bisa sebagai penggerak ekonomi desa dan mengubah mindset para masyarakat desa yang selama ini hanya, berpenghasilan dari hasil panen kelapa per tiga bulan.

“Tentu kita berharap semua pihak dapat bekerjasama dengan baik supaya apa yang kita rancang nantinya untuk kedepan bisa terlaksana begitupun ini, bukan hanya kerja sendiri, ini kerja bersama untuk membangun desa tentunya untuk kemajuan desa kita,” pungkas Gafur.

Laporan/Foto: Abu Bakar Panjaitan, Petani Kelapa/Kopra Tanjungbalai-Asahan, Jurnalis Warga untuk Villagerspost.com

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *