Perkuat Gotong Royong, Petani Blok Darim Gelar Sekolah Lapang Pertanian Biointensif | Villagerspost.com

Perkuat Gotong Royong, Petani Blok Darim Gelar Sekolah Lapang Pertanian Biointensif

Pelaksanaan sekolah lapang pertanian biointensif di Blok Darim, Indramayu (dok. krkp)

Indramayu, Villagerspost.com – Petani Blok Darim, Desa Kendayakan, Kecamatan Losarang dan Puntang, Kecamatan Terisi melakukan Sekolah Lapang (SL) Bio Intensif sejak bulan Desember, hingga Februari 2021 ini. Sekolah lapang tersebut digelar sebagai upaya peningkatan daya lenting dan ketahanan pangan keluarga.

Dalam rangkaian sekolah lapang tersebut, juga dilakukan peluncuran labolatorium lapangan dan peringatan hari gotong royong pada Minggu (21/2). Acara ini diselenggarakan oleh Forum Darim Bersatu (Forrimber) yang didukung oleh Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP), Gerakan Petani Nusantara (GPN) dan Klinik Proteksi Tanaman IPB

“Acara ini dimaksudkan sebagai upaya menguatkan kekompakan petani untuk mengatasi persoalan baik di lingkungan maupun di lahan pertanian,” kata Ketua Panitia Acara Suradi.

Pada acara ini petani peserta SL menyampaikan hasil sementara pembelajarannya. “Kami sangat senang ikut SL ini karena dapat pembelajaran banyak. Selama ini saya menanam padi tapi banyak hal yang baru saya tahu,” ujar Yanto, salah seorang peserta sekolah lapang.

Kepala Klinik Proteksi Tanaman IPB Bonjok Istiaji mengatakan, menyatakan sekolah lapang sangat penting untuk meningkatkan pemahaman petani tidak hanya terkait hama penyakit namun juga budidaya secara keseluruhan.

“Kami senang petani disini melakukan sekolah lapang. Artinya petani punya semangat untuk belajar dari guru sejati, yaitu alam sehingga usaha taninya bisa berhasil,” ungkap Bonjok

Pada kesempatan itu, Bonjok juga menegaskan, insiatif petani ini perlu dikembangkan dan didukung. Oleh karenanya, Klinik Proteksi Tanaman IPB menyediakan diri untuk menjadi teman belajar bagi petani.

Sementara itu, Ketua Gerakan Petani Nusantara (GPN) Dr. Suryo Wiyono mengungkapkan, acara ini sangat baik terutama menjaga dan menularkan semangat gotong royong. Semangat ini juga diperlukan dalam pertanian.

“Petani perlu menjaga semangat kebersamaan. Banyak persoalan di lahan yang bisa diselesaikan dengan gotong royong. Mengatasi hama tikus, saluran yang rusak adalah contoh dimana semangat kebersamaan ini diperlukan,” ujar Suryo.

“Semangat gotong royong menjadi kekuatan petani Nusantara. Ini perlu dikukuhkan sebagai syarat supaya kita bisa berdaulat,” tegas Suryo.

Bagi Yanto, gotong royong ini perlu terus dipelihara dan dikuatkan terutama dalam dunia pertanian. “Dengan semangat ini kami akan terus belajar dan bisa menjawab tantangan ke depan,” pungkasnya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *