Permintaan Kopi Arabika Meningkat, KUR Didukung | Villagerspost.com

Permintaan Kopi Arabika Meningkat, KUR Didukung

Biji kopi pilihan Indonesia. (dok. agro.kemenperin.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Anggota Komisi IV DPR Hamid Noor Yasin mengatakan, saat ini permintaan atas jenis kopi arabica terus meningkat di dunia dibandingkan jenis robusta. Karena itu, kata dia, pihaknya mendukung upaya penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh Kementerian Pertanian bagi para petani kopi sebesar Rp3,96 triliun, guna meningkatkan produk kopi arabika.

“Saya sangat mendukung untuk membantu peningkatan kualitas dan perlindungan biji kopi lokal, namun juga akan mengawasi penyalurannya secara ketat,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi Villagerspost.com, Selasa (17/3).

Hamid mengatakan, kopi jenis arabika sangat difavoritkan penikmat kopi dunia. Tanaman kopi arabika hanya cocok ditanam di dataran tinggi (lebih dari 600 meter di atas permukaan laut). “Ini jadi tantangan tersendiri bagi pemerintah. Hingga saat ini belum ada pengembangan dan penelitian yang menghasilkan jenis kopi arabika di daerah dataran rendah,” jelas Hamid.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menegaskan, produksi kopi Indonesia saat ini mencapai sekitar 650 ribu ton yang sepertiganya digunakan untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri. Produksi kopi masih stagnan, karena belum ada inovasi baru yang dikembangkan. Para petani kopi juga belum banyak mendapat akses teknologi untuk mengembangkan produksinya.

Kementerian Perdagangan merilis laporan, konsumsi kopi dunia pada tahun 2018, sebesar 9,7 juta ton. Tren konsumsi dunia selama lima tahun terakhir memiliki peningkatan dengan rata-rata 2,1 persen per tahun. “Dengan rencana penyaluran KUR, diharapkan semua problem pengembangan kopi bisa dipecahkan dengan memberi akses teknologi dan pasar, sehingga produksi kopi kian meningkat, terutama jenis arabika,” jelas Hamid.

Menyangkut dua varian kopi, arabika dan robusta, Indonesia juga punya kekhasan produk kopi berdasarkan daerahnya. Dunia Internasional telah mengenal kopi terbaik dari Indonesia antara lain kopi Jawa, kopi Toraja, kopi Gayo, kopi Sidikalang, kopi Lintong, kopi Wamena, dan kopi Luwak. Dari sisi produksi kopi terbaik dunia, Indonesia menempati urutan keempat setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia.

Kini komoditas kopi harus menjadi bagian dari stimulus bantuan pemerintah selain beras, perikanan, sapi, garam, gula, dan beberapa komoditas hortikultura lainnya. “Memang saat ini adalah momen tepat Indonesia mengembangkan kualitas kopi yang dimulai dari seleksi bibit unggulnya, teknologi budidayanya, teknologi pasca panennya, termasuk pemasarannya,” pungkas Hamid.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *