Pesohor Instagram Inggris Dihukum Atas Kasus Penyelundupan Kulit Ular Piton Asal Indonesia | Villagerspost.com

Pesohor Instagram Inggris Dihukum Atas Kasus Penyelundupan Kulit Ular Piton Asal Indonesia

Ilustrasi perdagangan kulit ular piton (dok. wikimedia)

Jakarta, Villagerspost.com – Stephanie Scolaro (26), seorang pesohor Instagram Inggris yang muncul di acara reality show bertajuk “Rich Kids Of Instagram” di Channel 4, menghadapi hukuman kerja sosial selama 160 jam dalam dua tahun ke depan. Stephanie baru saja lolos dari hukuman penjara lantaran mengakui bersalah telah melakukan penyelundupan aksesoris mode yang terbuat dari kulit ular piton yang terancam punah asal Indonesia.

Putri dari multimiliuner Italia Francesco Scolaro itu, mengaku bersalah atas dua tuduhan mengimpor barang dengan maksud untuk menghindari larangan dan menjual spesies dilindungi yang diimpor secara tidak sah, pada sidang sebelumnya. Selama persidangan pengadilan memaparkan bukti bahwa sosialita dengan pengikut mencapai 100 ribu orang di Instagram itu telah mengimpor topi baseball dan tas travel senilai lebih dari £17.000 atau setara Rp312 juta, dari Indonesia.

Model pakaian renang tersebut kemudian menjual barang-barang ilegal itu di situs web yang disebut SS Python atau ke outlet mode lainnya. Hakim Michael Gledhill yang menyidangkan kasus ini menilai perbuatan Scolaro “benar-benar egois”. Dia juga menilai Scolaro mengambil “sisi paling kelam” dari kejahatan terhadap satwa liar.

“Dia adalah seorang wanita muda yang, dengan segala macam alasan yang berbeda, benar-benar mementingkan diri sendiri. Seluruh hidupnya terkonsentrasi pada dirinya sendiri,” kata Michael Gledhill, seperti dikutip dari www.independent.co.uk, Rabu (23/1).

“Sepanjang hidupnya, dia telah diberi apa yang dia inginkan. Tidak ada pemikiran tentang ular piton di Indonesia, bagaimana mereka dikuliti hidup-hidup dan bagaimana mereka terancam tidak terlintas dalam benaknya,” tambah Gledhill.

“Dia berpikir: Saya suka kulit ular piton, saya bisa mendapatkannya dan menjualnya, dan karena itu saya melakukannya. Dia memfokuskan sorotan pada dirinya sendiri, ini semua tentang saya,” kecam Hakim Gledhill.

Pihak kepolisian mulai memeriksa kasus dugaan penyelundupan kulit piton oleh Scolaro ini pada November 2017 lalu. Penyelundupan berawal dari dicegahnya sebuah paket berisi 10 topi dari kulit ular piton di bandara Leipzig, Jerman. Dalam perkembangan kasusnya, kemudian polisi menyita 35 topi serta tas yang diiklankan dijual masing-masing seharga £2.800 setara Rp51,5 juta.

Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Gregor McKinley menunjukkan barang bukti berupa topi baseball kulit ular piton tersebut ke pengadilan, dalam sidang perdana di bulan Desember lalu. “Ada konvensi internasional yang melarang ekspor, impor dan penjualan barang-barang ini, dan mengarah pada pelanggaran di Inggris,” kata McKinney dalam dakwaannya.

Menurut Mr McKinley, Scolaro menolak untuk bekerja sama dalam menemukan barang selundupan tersebut dan menolak berkomentar atas tuduhan itu. “Semua investigasi telah dilakukan oleh polisi dari situs web dan akun Instagram, dan tanpa kerja sama dari terdakwa untuk menemukan barang-barang ini dan di mana mereka telah dijual,” tambah Jaksa McKinney.

Ketika barang datang ke Indonesia, mereka memiliki dokumen yang dimaksudkan sebagai izin ekspor. Tetapi Mr McKinley mengatakan: “Kedua dokumen ini telah diperiksa dan keduanya adalah pemalsuan.”

Meski lolos dari hukuman penjara karena mengakui kesalahannya, sebelumnya Scolaro, telah didakwa menghadapi tujuh tahun penjara karena kejahatannya. Scolaro sekarang menghadapi proses penyitaan atas keuntungan hasil perbuatan kriminalnya.

Stephanie Scolaro sendiri selama ini memang terkenal karena gaya jetsetnya di media sosial. Sebagai pewaris kerajaan bisnis ayahnya, Scolaro bersekolah di Mill Hill School di London utara, di mana biaya asramanya saja mencapai £33.717 per tahun atau setara Rp620 juta lebih.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *