Petambak Dipasena Amankan Sertifikat Tanah di Safe Deposit Box Bank

Perwakilan petambak udang Dipasena Lampung menyimpan Sertifikat hak milik di safe deposit box bank (dok. villagerspost.com/arie suharso)

Bandar Lampung, Villagerspost.com – Jika sebagian masyarakat pergi ke Bank membawa surat berharga sebagai jaminan atau agunan atas utang yang mereka ajukan, para petambak udang Dipasena justru datang ke bank untuk membayar pihak bank agar mengamankan sertifikat tanah yang baru saja mereka terima dengan cara menyewa safe deposit box bank. Senin (7/4) siang, perwakilan petambak Dipasena mendatangi kantor Wilayah Bank BRI di jalan Raden Intan, Bandar Lampung.

Para petambak udang Dipasena menyimpan sejumlah 400 eksemplar sertifikat hak milik (SHM) untuk diamankan di safe deposit box bank tersebut sementara menunggu seluruh SHM yang ada di terima oleh petambak. Penyerahan SHM kepada petambak ini sesuai dengan perjanjian bersama yang dibuat antara pihak petambak dengan pihak CP Prima.

“Rencananya kami akan sewa safe deposit box sampai 3 tahun yang akan datang, seluruh biaya sewa dan administrasinya ditanggung bersama oleh para petambak melalui P3UW,” kata Ketua Perhimpunan Petambak dan Pengusaha Udang (P3UW) Wilayah Lampung Nafian Faiz.

Nafian mengatakan, keputusan menyimpan aman SHM petambak Dipasena ke safe deposit box milik BRI ini adalah kesepakatan bersama masyarakat di Kecamatan Rawajitu Timur sebagai langkah antisipasi keamanan. “Sambil kami menunggu proses pembagian SHM secara total selesai melewati tahapan-tahapan yang disepakati,” ujarnya.

Pembagian Sertifikat Hak milik (SHM) kepada petambak Dipasena merupakan salah satu poin resolusi damai dari kesepakatan bersama antara petambak Dipasena dengan PT CP prima secara bertahap direalisasikan oleh kedua belah pihak.

Pada bulan April yang lalu sebagai tahapan pertama sebanyak 400 ekslempar SHM telah dibagikan langsung ke petambak dari pihak perusahaan . Pembagian SHM dengan total 6000-an lebih ekslempar ini di jadwalkan akan selesai dalam beberapa tahapan.

Kejelasan status lahan di area pertambakan bumi Dipasena semakin terang setelah perjanjian bersama antara pihak CP Prima dengan ribuan petambak yang diwakili oleh Perhimpunan Petambak Pengusaha Udang Wilayah Lampung (P3UW Lampung) pada Oktober tahun lalu.

Perjanjian bersama yang dirasakan oleh kedua belah pihak sebagai ‘win-win solution’ sekaligus memperjelas bukti kepemilikan lahan tersebut membuat usaha budidaya udang di bumi Dipasena semakin progresif menghadapi tantangan rendahnya harga udang, tingginya biaya operasional hingga buruknya Infrastruktur jalan yang ada.

Nafian menambahkan, selain sebagai tindakan pengamanan kebijakan menyewa safe deposit box ini adalah sebuah pembuktian, tanpa harus memiliki utang dan menjalankan sistem usaha kemitraan, bagi hasil yang baik usaha budidaya udang yang dijalani oleh masyarakat saat ini mampu meningkatkan kesejahteraan lebih optimal.

“Tanpa harus utang ke bank dan sistem kemitraan bagi hasil yang baik, saat ini peluang investasi di bumi Dipasena terbuka sangat besar, bahkan investasi terbuka bagi seluruh masyarakat di Indonesia bukan hanya konglomerat saja,” tegas Nafian.

Laporan/Foto: Arie Suharso, Petambak Dipasena, Jurnalis Warga untuk Villagerspost.com

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *