Petambak Dipasena Kembali Revitalisasi 4 Pintu Air Utama Secara Swadaya | Villagerspost.com

Petambak Dipasena Kembali Revitalisasi 4 Pintu Air Utama Secara Swadaya

Ratusan petambak Dipasena melakukan tasyakuran selesainya revitalisasi mandiri 4 pintu air di kawasna tersebut (villagerpost.com/ari suharso)

Lampung Timur, Villagerspost.com – Para petembak eks Dipasena kembali melakukan usaha secara swadaya dalam memperbaiki pintu air atau dam yang merupakan salah satu infrastruktur paling vital bagi para petambak di Kecamatan Rawajitu Timur, Tulang Bawang, Lampung, tersebut. Upaya swadaya para petambak Dipasena tersebut berhasil merevitalisasi 4 pintu air utama.

Untuk mensyukuri keberhasilan itu, pada Sabtu (25/8), ratusan petambak Dipasena berkumpul di area pintu air utama, untuk melaksanakan tasyakuran ata selesainya pekerjaan revitalisasi tersebut. Mereka layak bersyukur sepenuhnya di biayai oleh swadaya masyarakat melalui Program Investasi 1000 yang di motori oleh Perhimpunan Petambak Pengusaha Udang Wilayah Lampung (P3UW Lampung).

Arizal, ketua panitia sekaligus koordinator infra Bumi Dipasena Mulya dalam sambutannya menyampaikan, pihak yang paling berjasa atas selesainya revitalisasi pintu dam ini adalah anggota P3UW Lampung dan masyarakat Bumi Dipasena yang hingga hari ini masih tetap berkomitmen mengumpulkan dana swadaya melalui Program Investasi 1000 P3UW Lampung.

“Meskipun pintu air telah selesai di perbaiki bukan berarti program revitalisasi mandiri di Dipasena telah selesai, masih banyak infrastruktur yang harus di perbaiki,” ujar Arizal.

Empat pintu air utama yang berhasil diperbaiki secara mandiri oleh petambak Dipasena (villagerspost.com/ari suharso)

Bagi masyarakat Dipasena, pintu air memang sangat vital demi kelangsungan usaha budidaya yang menopang ekonomi ribuan keluarga petambak. Mereka sangat bergantung pada kelancaran air masuk ke area pertambakan yang ada.

Empat unit dam yang terdiri dari 55 pintu air galvanis lapis aspal dikerjakan bersama beberapa kontraktor swasta sejak maret 2018. Proyek ini menelan biaya sebesar Rp1,31 miliar dan telah selesai di revitalisasi dengan baik pada hari ini.

Ketua P3UW Lampung Nafian Faiz mengatakan, pintu dam di Bumi Dipasena ini pernah direncanakan masuk dalam anggaran bantuan dari kementrian kelautan perikanan pada beberapa tahun yang lalu. “Dulu sudah sampai survei lokasi dan mengajak koordinasi beberapa kali, tapi sampai hari ini tidak ada kabarnya lagi,” pungkas Nafian.

Laporan/Foto: Ari Suharso, Petambak Dipasena Anggota P3UW Lampung

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *