Petani Bekerja, Tetap Miskin, Dimana Negara?

Petani bekerja di sawah. Petani terus bekerja dan berkarya meski tetap dibalut kemiskinan. Negara belum hadir untuk petani (dok. field-indonesia.or.id)
Petani bekerja di sawah. Petani terus bekerja dan berkarya meski tetap dibalut kemiskinan. Negara belum hadir untuk petani (dok. field-indonesia.or.id)

 
Jakarta, Villagerspost.com – Dalam rangka memperingati hari tani nasional, petani yang tergabung dalam Gerakan Petani Nusantara (GPN) dan Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) menyelenggarakan kegiatan peringatan Hari Tani yang bertempat di Kecamatan Sawahan, Madiun pada tanggal 1 Oktober 2015 mendatang. Kegiatan ini diikuti perwakilan petani dari 51 kabupaten se Jawa dan Lampung.

“Ditargetkan tak kurang dari 500 petani dan masyarakat lainnya akan mengikuti kegiatan ini,” kata Koordinator KRKP Said Abdullah, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Rabu (30/9).

Said mengatakan, peringatan hari tani tahun ini dikemas dalam bentuk festival layang-layang petani nusantara yang akan menerbangkan sekurangnya 500 layang-layang merah putih sebagai simbolisasi petani bagian penting Indonesia yang termarginalkan. Selain itu juga diadakan launching gerakan teknik tanam sebar (padi) sebagai manifestasi karya dan inovasi petani.

“Juga ada digelar dialog kebijakan pertanian dengan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres),” ujarnya.

Dia menegaska, peringatan Hari Tani ini merupakan momentum penting untuk mengingatkan pemerintah dan para pihak lainnya ditengah minimnya perhatian dan dukungan kepada nasib dan kesejahteraan petani. Sebagai contoh, ketika ekonomi makin tak menentu, dolar terus meningkat bahkan hingga menembus tujuh belas ribu rupiah apakah ada yang memikirkan bagaimana nasib petani?

“Bagaimana petani mampu meningkatkan produksi dan kesejahteraannya ditengah meningkatnya harga input dan biaya produksi?” tanya Said.

Sementara itu, Koordinator Gerakan Petani Nusantara (GPN) Hermanu Triwidodo mengatakan, Hari Tani kali ini memang dilaksanakan dalam suasana keprihatinan seperti itu. Karena itu GPN menyelenggarakan peringatan hari tani tahun ini dengan tema “Dari Petani untuk Nusantara, untuk Indonesia”.

“Tema ini relevan dengan kondisi kekinian yang dialami petani. Dari tahun ke tahun kehidupan petani tak berubah, tetap berkubang dalam kemiskinan,” kata Hermanu.

Data statistik menunjukkan angka kemiskinan di pedesaan jauh lebih tinggi (14,7%) dibandingkan di perkotaan (8,34%). Penduduk miskin di pedesaan mayoritas adalah petani. Tak hanya dalam hal jumlah, dari tingkat keparahan dan kedalaman kemiskinan di pedesaan yang notabene petani juha maish lebih tinggi dibandingkan di perkotaan.

Kedalaman kemiskinan di pedesaan 2,26% sementara di perkotaan hanya 1,25%. Adapun keparahan kemiskinan di pedesaan 0,57% sedangkan di perkotaan 0,31%. Sampai saat ini sedikit sekali lembaga resmi negara maupun swasta yang secara sungguh-sungguh memikirkan nasib petani.

“Program dan kebijakan yang diambil pemerintah tak pernah berangkat dari kebutuhan petani seolah hanya dijadikan alat produksi,” ujar Hermanu.

Dengan kondisi yang demikian, petani tetap berkarya dan terus bekerja, bekerja, dan bekerja untuk memproduksi dan memberi makan bangsa ini. “Absennya dukungan pemerintah dan para pihak tak membuat petani berhenti berkarya dan terus berinovasi menghadapi tantangan alam, pasar dan kebijakan yang tak pro petani,” tegasnya.

Melalui peringatan Hari tani ini, GPN ingin menagih haknya kepada negara melalui pemerintah dan para pihak untuk mendapat dukungan, perlindungan dan kemuliaan sebagai komponen bangsa yang paling setia terus berkarya memberi makan Indonesia. Selain itu, melalui kegiatan ini GPN juga mengajak seluruh elemen petani untuk membangun gerakan gotong royong antar petani dalam menghadapi persoalan ancaman sosial, ekonomi, budaya, politik dan bencana alam.

“Petani juga diharapkan mampu terus berkarya dan berinovasi sehingga harga diri dan kemuliaan petani terjaga sehingga cita-cita sewasembada dan kedaulatan pangan dapat terwujud,” pungkas Hermanu. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *