Petani Diminta Bersiap Antisipasi Serangan Wereng Gelombang Kedua | Villagerspost.com

Petani Diminta Bersiap Antisipasi Serangan Wereng Gelombang Kedua

Batang tanaman padi membusuk terkena serangan hama wereng (dok. gerakan petani nusantara)

Jakarta, Villagerspost.com – Kepala Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr. Suryo Wiyono mengingatkan para petani agar bersiap menghadapi serangan wereng coklat pada musim tanam gelombang kedua tahun ini. “Gejala serangannya sudah dimulai,” kata Suryo kepada Villagerspost.com, Jumat (5/5).

Berdasarkan data dari Gerakan Petani Nusantara (GPN) serangan dalam skala besar sudah terjadi di Kecamatan Randu Blatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Serangan juga terjadi Ngawi Jawa Timur, dan Cirebon Jawa Barat. Laporan serangan wereng juga dilaporkan sudah terjadi di beberapa wilayah seperti Purworejo, Jawa Tengah.

Hamparan sawah yang rusak akibat serangan wereng. (dok. gerakan petani nusantara)

Anggota GPN Subang Deni Nurhadiansyah juga melaporkan, serangan wereng juga sudah terjadi di Subang. Dia mengatakan, serangan wereng di Subang musim pertama lalu, membawa dampak cukup parah. Di Desa Jatimulya hampir semuanya gagal panen akibat wereng. Sementara di Desa Pabuaran 40 hektare lahan gagal panen. “Musim kemarin produksi riil Kabupaten Subang harusnya tidak lebih dari 60 persen,” ujarnya.

Seperti diketahui, pada musim tanam pertama tahun 2017 lalu, serangan wereng yang cukup parah terjadi di Blora. Dari 16 kecamatan di Blora, sebanyak delapan kecamatan di antaranya sudah diserang wereng. Terdiri kecamatan Tunjungan, Ngawen, Kunduran, Kedungtuban, Cepu, Banjarejo, Randublatung, dan Sambong. Sebanyak 1.087 hektare areal tanaman padi rusak akibat hama wereng.

Serangan juga terjadi di Bojonergoro dimana sejumah 1.200 hektare tanaman padi terkena serangan wereng. Serangan serupa juga merusak ratusan hektare sawah di Ngawi. Bahkan di wilayah terakhir ini, serangan wereng sampai menimbulkan korban jiwa dimana seorang petani bernama Kasinem (50) ditemukan tewas di lahan persawahan dan dipenyebab kematiannya diduga karena tak sengaja menghidup racun dari pestisida yang disemprotkannya untuk membasmi wereng.

Hamparan tanaman padi yang terserang hama wereng (dok. gerakan petani nusantara)

Suryo mengatakan, serangan wereng kali ini tampaknya sudah hampir merata di seluruh wilayah di Jawa. Karena itu dia mengimbau petani yang sawahnya belum terserang untuk melakukan beberapa langkah. “Untuk hamparan sawah yang berbatasan dengan daerah terserang, harus dilakukan monitoring lebih sering,” kata Suryo.

Dia juga meminta petani mengaplikasikan Beauvaria bassiana yang merupakan cendawan entomopatogen yaitu cendawan yang dapat menimbulkan penyakit pada serangga atau Lecanicillium lecanii, cendawan pemakan serangga, termasuk wereng sejak tanaman masih muda. “Kalau mulai dari persemaian persiapannya bisa jauh lebih lengkap dengan optimalisasi pupuk dan bahan organik lainnya,” pungkas Suryo. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *