Petani Papua Belajar Menanam Sayur Secara Organik

Ibu-ibu petani Dusun Puragi, Papua Barat memberikan pupuk dasar organik di lahannya (dok. villagerspost.com/rahmat adinata)
Ibu-ibu petani Dusun Puragi, Papua Barat memberikan pupuk dasar organik di lahannya (dok. villagerspost.com/rahmat adinata)

Papua Barat, Villagerspost.com – Akhir-akhir ini, kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi hasil pertanian, termasuk sayuran yang ditanam tanpa menggunakan pupuk dan pestisida kimia alias sayuran organik semakin meningkat. Pasalnya, mengkonsumsi sayuran yang tidak tercemar bahan-bahan kimia ini memang lebih menyehatkan dan berdampak positif selain kepada tubuh, juga lingkungan sekitar.

Tak heran jika kesadaran untuk bertanam sayuran secara organik juga semakin meluas di kalangan petani, termasuk para petani di wilayah Puragi, Tawanggire, Distrik Inanwatan, Sorong, Papua Barat. Mereka kini mulai berlajar bertanam sayuran secara organik termasuk membuat pupuk dan pestisida berbahan dasar alami.

Mengangkut batang pisang untuk dijadkan bahan dasar pupuk organik (dok. villagerspost.com/rahmat adinata)
Mengangkut batang pisang untuk dijadkan bahan dasar pupuk organik (dok. villagerspost.com/rahmat adinata)

“Para petani di sini dibimbing secara teknis budidayanya dengan pola organik agar ramah lingkungan, selain itu biaya produksi bisa ditekan sebab hanya memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar alam,” cerita Maulana yang akrab disapa Kang Moel, kepada Villagerspost.com, beberapa waktu lalu.

Kang Moel adalah pendamping petani dari Paramitra Foundation, Dusun Puragi. Dari penuturan pendamping asal Sukabumi ini, Paramitra Foundation bekerja sama dengan PT ANJ untuk mencerdaskan petani di distrik Inanwatan.

Mencincang batang pisang untuk dibuat pupuk organik (dok. villagerspost.com/rahmat adinata)
Mencincang batang pisang untuk dibuat pupuk organik (dok. villagerspost.com/rahmat adinata)

“Hasil produksi sayuran organik petani langsung dikirim ke perusahaan catering yang ada di kabupaten Sorong Selatan, jadi petani fokus produksi saja tiduk perlu memikirkan pemasaran,” tuturnya.

“Mengingat daerah yang kita bimbing iklimnya panas, maka jenis sayuran yang dikembangkan khusus untuk dataran rendah saja, seperti kangkung, cabe keriting, terong ungu, timun dan yang lainnya,” pungkas pendamping yang pernah bertugas di kabupaten kepulauan Anambas Kepulauan Riau ini.

Laporan: Rahmat Adinata, Petani Organik, Anggota Gerakan Petani Nusantara

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published.