Politeknik Bumi Akpelni Sabet Penghargaan Kampus Merdeka

Acara penghargaan kampus merdeka (dok. politeknik bumi akpelni)

Semarang, Villagerspost.com – Politeknik Bumi Akpelni berhasil menyabet gelar terbaik 2 untuk kategori Politeknik dan Sekolah Tinggi pada Anugerah Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VI Jawa Tengah. Atas keberhasilan itu, Politeknik Bumi Akpelni diganjar penghargaan Trophy Astha Udhra.

Penghargaan berbentuk trofi itu, melambangkan 8 Indikator Kinerja Utama (IKU) MBKM untuk mengantarkan mahasiswa menjadi SDM unggul. Trophy dan Sertifikat diserahkan oleh Kepala LLDikti VI Prof. Dr. Ir. Mohammad Zainuri, DEA kepada Direktur Politeknik Bumi Akpelni Capt. Cahya Fajar Budi Hartanto, M.Mar., M.Si, Senin (23/8). Acara penganugerahan ini sendiri dilaksanakan secara langsung dan juga secara daring, dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

MBKM merupakan kebijakan Kemendikbud Ristek yang menyiapkan lulusan agar mampu menjawab perubahan jaman dan memiliki spirit kebangsaan. Sejalan dengan kebijakan tersebut, Politeknik Bumi Akpelni telah mengimplementasikan MBKM melalui Keputusan Direktur No.017a/PBA/I.III/2020 dengan menekankan pencapaian 8 IKU yakni: 1. Lulusan Mendapat Pekerjaan yang Layak, 2. Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus, 3. Dosen Berkegiatan di Luar Kampus, 4. Praktisi Mengajar di Dalam Kampus, 5. Hasil Kerja Dosen Digunakan oleh Masyarakat atau Mendapat Rekognisi Internasional, 6. Kerjasama dengan Mitra Kelas Dunia, 7. Kelas Kolaboratif dan Partisipatif, dan 8. Program Studi Internasional.

Seluruh 8 IKU MBKM tersebut telah dicapai oleh Politeknik Bumi Akpelni sebagai pendidikan tinggi vokasi kemaritiman dan dipertanggungjawabkan dalam laporan resmi secara online melalui sistem yang telah ditetapkan oleh LLDikti VI. “Sebagai pendidikan vokasi sesungguhnya MBKM bukan hal asing bagi kami,” kata Cahya Fajar.

Dia menegaskan sejak digulirkan Kemdikbudristek, Politeknik Bumi Akpelni, sangat concern pada IKU 2 yaitu agar mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus. Untuk itu, pihak kampus membuka peluang mahasiswa mendapatkan pembelajaran melalui berbagai kegiatan di luar kampus seperti kunjungan industri dan study on board.

Mahasiswa juga mendapatkan kesmepatan praktik darat di perusahaan/pelabuhan selama 1 semester dan praktik laut di kapal selama 2 semester yang mendapat pengakuan SKS (satuan kredit semester). “Selain itu juga ada penelitian bersama dosen pembimbing, proyek kemanusiaan selama pandemi maupun bencana alam, proyek desa binaan, serta pengembangan kewirausahaan bagi mahasiswa,” jelas Cahya.

“Harapannya dengan mengimplementasikan MBKM ini, maka lulusan Politeknik Bumi Akpelni akan memenuhi tuntutan industri sehingga konsep plug and play yang diharapkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi dapat tercapai,” tambahnya.

Rangkaian Anugerah MBKM dimulai dari Sosialisasi pada tanggal 30 Juni 2021, dilanjutkan Pendampingan Pelaporan pada tanggal 23 Juli 2021. Politeknik Bumi Akpelni kemudian diundang untuk Validasi Nominator pada tanggal 12 Agustus 2021 hingga akhirnya ditetapkan sebagai Terbaik 2 untuk Kategori Politeknik dan Sekolah Tinggi.

Implementasi MBKM ini merupakan wujud nyata komitmen Politeknik Bumi Akpelni dalam mencetak lulusan yang berkarakter unggul dan memiliki kompetensi di bidangnya sehingga mampu bersaing di kancah internasional dan menegakkan kejayaan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju dan bermartabat sebagai poros maritim dunia. “Vokasi Kuat Menguatkan Indonesia”.

Editor: M. Agung Riyadi

 

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *