Porang Jadi Primadona Baru di Manggarai Barat | Villagerspost.com

Porang Jadi Primadona Baru di Manggarai Barat

Umbi tanaman porang yang kini menjadi primadona baru di Manggarai Barat (dok. pemprov banten)

Jakarta, Villagerspost.com – Tanaman porang atau iles-iles (Amorphophallus muelleri Bl.) saat ini mulai menjadi primadona bagi masyarakat di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Harga tanaman umbi tersebut, saat ini cukup tinggi dan masyarakat pun mulai membudidayakannya dalam dua tahun belakangan ini.

Vincent Mulyadi, petani asal asal Kampung Meleng, Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling mengatakan, saat ini banyak petani di desanya ikut membudidayakan porang. “Permintaan dua tahun terakhir ini sangat tinggi, kami melihat ada potensi tanaman Porang di sini,” ujarnya belum lama ini.

Tingginya permintaan terlihat dari volume pasokan petani ke pengepul yang mencapai 3 ton setiap harinya, dalam dua minggu terakhir ini. Porang adalah tanaman penghasil umbi yang banyak dimanfaatkan terutama untuk bidang industri dan kesehatan. Porang tumbuh dengan tangkai tunggal atau batang bercorak belang-belang hijau-putih.

Tangkainya, menjulurkan cabang-cabang sebagai tangkai daun. Porang hanya bisa tumbuh di bawah pepohonan penyangga seperti pohon jati. Ia akan gagal tumbuh di area persawahan.

Sebagai bahan industri kesehatan, porang cukup populer karena tepung umbi tanaman ini mengandung glukomannan, yang bermanfaat untuk mengobati asma, nyeri payudara, batuk, hernia, luka bakar dan berbagai kelainan kulit. Tepung porang juga bermanfaat menekan peningkatan kadar glukosa darah sekaligus mengurangi kadar kolesterol serum darah yaitu makanan yang memiliki indeks glikemik rendah.

Sebagai serat pangan, tepung porang dalam jumlah besar dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap berbagai penyakit seperti kanker usus besar, divertikular, kardiovaskular, kegemukan, kolesterol tinggi dalam darah, dan kencing manis

Tanaman ini memiliki tingkat panen yang tinggi dengan umbi besar mencapai 5 kilogram. Selain untuk obat, tepung umbi porang juga bisa digunakan untuk industri makanan sebagai bahan dasar agar-agar, mie, tahu, kosmetik, dan roti.

Tak heran jika harga umbi porang cukup tinggi, dengan pasar ekspor di antaranya ke Jepang. Pengepul porang di Meleng mengaku harga porang mentah perkilo gram berkisar antara Rp5 ribu hingga Rp6 ribu. Porang kering berkisar Rp75 ribu hingga Rp80 ribu. Sementara oorang tepung berkisar antara Rp400 ribu hingga Rp500 ribu.

Seorang pengusaha asal Labuan Bajo Matheus Siagian mendorong para petani Meleng agar terus berinovasi dalam membudidaya tanaman Porang. “Jika potensi Porang di wilayah itu cocok dikembangkan tentu kita dorong petani. Kita harap para petani memproses Porang hingga menjadi tepung sehingga harga jualnya tinggi,” kata Matheus.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *