Posyandu Ternak Ala Perempuan Kandara

Pos yandu ternak ala kaum perempuan Kandara, Sumba Timur (dok. villagerspost.com/rahmat adinata)
Posyandu ternak ala kaum perempuan Kandara, Sumba Timur (dok. villagerspost.com/rahmat adinata)

Sumba Timur, Villagerspost.com – Kelompok Wanita Tani Cendana Organik di Kandara kelurahan Wangga, Kecamatan Kambera, Sumba Timur, punya sebuah acara unik yang digelar setiap pekan pada hari Minggu. Di hari itu, para perempuan Kandara, menggelar sebuah pos pelayanan terpadu (posyandu) yang unik, yang mungkin hanya satu-satunya di Indonesia, yaitu posyandu ternak.

Minggu (25/9) sore, para ibu petugas posyandu ternak sudah bersiap-siap. Sementara, para peternak dengan sabar mengantre untuk melakukan pengukuran tinggi dan menimbang berat badan “anak-anak” mereka yang umumnya adalah ternak babi.

Dari pengukuran dan penimbangan berat badan ternak ini, akan diketahui seberapa tepat tata cara perawatan ternak yang dilakukan para peternak. “Dengan pemberian pakan dan nutrisi organik peningkatan (berat badan ternak) cukup dahsyat sampai ada yang 3 kilogram dan 4 kilogram perminggu,” kata Ibu Mery, bendahara kelompok Wanita Tani Cendana, sekaligus bertugas menjadi juru timbang, kepada Villagerspost.com.

Berat setiap ternak babi dicatat dan ukuran babi diukur untuk mengetahui pertumbuhannya (dok. villagerspost.com/rahmat adinata)
Berat setiap ternak babi dicatat dan ukuran babi diukur untuk mengetahui pertumbuhannya (dok. villagerspost.com/rahmat adinata)

Pendirian posyandu ternak ini sendiri, menurut Merry, didorong oleh fakta bahwa Sumba adalah daerah ternak. Di Sumba, ternak merupakan hal yang vital dalam upacara adat dan upacara lainnya, termasuk pesta perkawinan. Ironisnya, tata cara pemeliharaan ternak di Sumba masih kurang diperhatikan dan masih dilakukan dengan konvensional.

Karena itu, lewat posyandu ini, para perempuan Kandara berharap bisa memaksimalkan tata cara pemeliharaan ternak. Salah satunya adalah dengan cara beternak organik. Para peternak diajarkan cara membuat pakan ternak organik dan teknik pemeliharaan secara organik, termasuk mengukur dan menimbang ternak untuk mengetahui pertumbuhannya.

Anak-anak juga antusian menyaksikan bagaimana ibu-ibu mereka menimbang ternak laiknya menimbang berat mereka ketika balita (dok. villagerspost.com/rahmat adinata)
Anak-anak juga antusias menyaksikan bagaimana ibu-ibu mereka menimbang ternak laiknya menimbang berat mereka ketika balita (dok. villagerspost.com/rahmat adinata)

Pelatihan pakan organik terakhir, diberikan pada tiga minggu lalu. Mereka belajar cara membuat pakan dan nutrisi ternak organik. Untuk melihat perkembangan ternak, anggota kelompok Cendana Organik di Kandara, setiap minggu mengukur panjang badan serta menimbang bobot badannya.

“Selain merawat, anggota juga diwajibkan mengukur dan menimbangnya setiap minggu agar mereka mengetahui perkembangan setelah diberi pakan organik,” Ibu Martha Njalapati, Ketua kelompok Tani Perempuan Cendana.

“Awalnya merasa aneh dan lucu harus diperlakukan seperti di posyandu, tapi lihat perkembangan ternak dari hari ke hari sangat memuaskan,” katanya lagi.

Para peternak pun sangat gembira karena pertumbuhan ternak mereka maju lebih pesat ketimbang ketika masih diberikan pakan konvensional berupa batang pisang. Para ibu pun mulai meninggalkan pemberian pakan ternak dengan batang pisang.

“Selamat tinggal batang pisang hehehe…” ujar seorang ibu setelah puas melihat kemajuan pesat pertumbuhan ternak peliharaannya.

Pola pemeliharaan ternak organik disertai pendirian posyandu ternak seperti yang dilakukan kaum perempuan Kandara ini boleh jadi baru pertama kali dilakukan di negeri ini. Namun praktik ini diakui bisa memberikan manfaat kepada para peternak.

Tak heran jika para peternak antusias mengikuti program ini. Mereka melakukan dan mencatat secara langsung proses pertumbuhan ternak peliharaannya. “Serasa posyandu anak balita…” celetuk seorang ibu. (*)

Ikuti informasi terkait pertanian organik Sumba Timur >> di sini <<

Laporan/Foto: Rahmat Adinata, Petani Organik, Anggota Gerakan Petani Nusantara Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published.