Prancis Batalkan Pajak Progresif Produk Sawit | Villagerspost.com

Prancis Batalkan Pajak Progresif Produk Sawit

Industri pengolahan minyak sawit nasional (dok.agro.kemenperin.go.id)

Industri pengolahan minyak sawit nasional (dok.agro.kemenperin.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Tak sia-sia pemerintah berjuang mati-matian untuk melobi pemerintah Prancis agar membatalkan rencana parlemen Prancis menggolkan aturan pengenaan pajak progresif sawit. Parlemen Prancis (Assemble Nationale) akhirnya memperkuat keputusan Senat untuk menghapus pajak progresif yang akan diberlakukan pada minyak sawit dalam teks
draf RUU Biodiversity Prancis.

Keputusan penghapusan ini dibuat pada 20 Juli 2016 silam setelah melalui beberapa kali pembahasan intensif dan pemungutan  suara di Senat dan Parlemen. Keputusan tersebut sekaligus menandai tahapan formal final disetujuinya teks draf RUU Biodiversity secara keseluruhan.

“Ini kabar baik bagi Indonesia. Pemerintah selama ini telah mengambil kebijakan minyak kelapa sawit yang berkelanjutan (The Indonesian Sustainable Palm Oil/ISPO) untuk memastikan bahwa minyak kelapa sawit Indonesia diproduksi secara ramah lingkungan dan tidak memberikan kontribusi terhadap deforestasi dan perubahan iklim,” tegas Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di Jakarta, Kamis (4/8).

(Baca juga: IPOP Bubar, Produk Sawit Indonesia Terancam)

Selanjutnya setelah enam bulan penerapan Undang-Undang Biodiversity pada 1 Januari 2017, Pemerintah Prancis akan menyusun kebijakan fiskal yang lebih sederhana dan lebih harmonis. Kebijakan dibuat bersifat nondiskriminatif, mencakup seluruh jenis minyak nabati yang beredar di Prancis.

“Mereka menjamin bahwa kebijakan tersebut akan mengedepankan prinsip-prinsip berkelanjutan,” kata Enggartiasto.

Ditegaskan Mendag, Pemerintah Indonesia akan menindaklanjuti keputusan ini dengan sosialisasi dan diseminasi, khususnya  tentang capaian positif produk sawit Indonesia yang selama ini dikelola secara berkelanjutan dan memperhatikan perlindungan   lingkungan. “Kami akan melibatkan seluruh stakeholders untuk melakukan sosialisasi dan diseminasi ini,” ujar Mendag.

Kampanye positif tentang produk sawit Indonesia juga akan terus dilakukan secara masif. “Kita harus menghapus stigma negatif dan mengubah persepsi buruk masyarakat global terhadap minyak sawit Indonesia,” papar Enggartiasto.

Sukses ini tidak terlepas dari tindakan cepat Pemerintah RI yang waktu itu dipimpin Mendag Thomas Trikasih Lembong serta didukung pihak-pihak terkait, baik di dalam negeri maupun di Prancis (Kedutaan Besar RI di Paris). Serangkaian pertemuan dilakukan langsung dengan otoritas Prancis.

Pemerintah Indonesia secara tegas menyampaikan permintaan agar Pemerintah dan Parlemen Prancis membatalkan rencana pemberlakuan pajak progresif minyak kelapa sawit karena kebijakan tersebut dinilai melanggar ketentuan multilateral (WTO) dan tidak mempertimbangkan langkah sustainability palm oil yang saat ini sudah diterapkan Indonesia.

Ikuti informasi terkait pajak sawit >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *