Presiden Jokowi Bertekad Jadikan Pulau Buru Lumbung Beras Maluku

Salah satu model irigasi sederhana yang dibangun Kementerian PU (pustakka.pu.go.id)
Salah satu model irigasi sederhana yang dibangun Kementerian PU (pustakka.pu.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencanangkan penanaman padi dan peresmian Bendung Way Leman di Desa Wanareja, Gelar Way Apo, Kabupaten Buru, Kamis (7/5) kemarin. Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi menyampaikan tekadnya untuk menjadikan Kabupaten Buru sebagai penghasil beras terbesar di Maluku.

“Saya melihat sawah di sini merupakan sawah yang sangat subur, namun memang memerlukan penanganan yang intensif sehingga produksi beras di Provinsi Maluku ini, berasnya diambil diambil dari Pulau Buru, bukan dari provinsi lain,” kata Presiden Jokowi seperti dikutip setkab.go.id, Jumat (8/5).

Presiden Jokowi menyebutkan, Bendung Way Leman yang diresmikannya merupakan bagian dari usaha untuk mencapai target Pulau Buru sebagai lumbung beras Maluku. Sebenarnya Bendung Way Leman lama dibangun pada tahun 1982-1983 untuk mengairi sawah seluas 935 hektare dengan intensitas tanam 2 kali setahun dengan produktivitas 3-4 ton GKG/ha.

Namun pada tahun 2010-2011 terjadi banjir besar yang merusak tubuh bendung dan tebing Sungai Way Tina (sungai yang dibendung Bendung Way Leman) sehingga bendung tidak dapat berfungsi penuh lagi. Untuk itu, maka pada tahun 2012 hingga 2015 dibangun Bendung Way Leman oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku.

Setelah Bendung Way Leman ini selesai diharapkan bisa memperluas areal persawahan yang bisa diairi meningkat jadi 2500 ha dengan intensitas tanam 3 kali setahun dan produktivitas meningkat hingga menjadi 7 ton GKG/ha. Di Pulau Buru sendiri, sesuai laporan dari Gubernur Maluku, Said Assegaf , ada sekitar lebih dari 10 ribu hektar lahan pertanian.

Presiden Jokowi juga berjanji kembali dalam 2 tahun lagi, untuk melihat hasil pertanian Pulau Buru. “Tolong undang Saya saat panen raya,” pinta Presiden Jokowi.

Sementara itu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa pembangunan Bendung Way Leman di Kabupaten Buru, menghabiskan anggaran Rp25,81 miliar. Dengan selesainya pembangunan Bendung Way Leman itu, diyakini Basuki, hasil produksi pertanian Pulau Buru akan mengalami peningkatan secara signifikan.

“Padi dari 2.805 ton per tahun menjadi 30.000 ton/tahun dan palawija dari 1.403 ton/tahun menjadi 5.000 ton/tahun. Semua hasil pertanian ini untuk onsumsi lokal dan juga dipasarkan ke ibukota kabupaten dan kota Ambon,” ujarnya.

Lebih jauh Basuki mengatakan, dalam rangka mendukung pembangunan infrastruktur PUPR di Provinsi Maluku, Pemerintah melalui Kementerian PUPR telah mengalokasikan anggaran melalui APBN-P dan DAK sebesar Rp3,44 triliun di tahun 2015. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *