Produk Ternak RI Incar Pasar Timor Leste | Villagerspost.com

Produk Ternak RI Incar Pasar Timor Leste

Ilustrasi peternakan ayam potong (dok. komisi pengawas persaingan usaha)

Jakarta, Villagerspost.com – Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita mengatakan, produk peternakan Indonesia mempunyai potensi besar untuk mengisi pasar di beberapa negara tetangga. “Saat ini sudah ada beberapa negara tetangga yang menyatakan minatnya untuk mengimpor beberapa komoditas peternakan, salah satunya adalah Timor-Leste”, ungkap I Ketut Diarmita, di Jakarta, Sabtu (31/03).

Dia menjelaskan, beberapa calon buyer di Timor-Leste telah menyampaikan secara resmi adanya kebutuhan terhadap produk peternakan di Indonesia, diantaranya DOC ayam ras pedaging, pakan ternak, DOD itik (baik petelur dan pedaging), DOQ puyuh, serta ternak Kambing. Untuk menindaklanjuti permintaan tersebut, saat ini Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan pelaksanaan Import Risk Analysis (IRA) yang akan dilakukan oleh Pemerintah Timor-Leste pada salah satu perusahaan unggas di Indonesia.

IRA tersebut akan dilaksanakan pada minggu ke-2 Bulan April 2019. IRA dilakukan pada unit usaha perusahaan unggas dan pakan ternak yang berlokasi di Jawa Timur dan Bali yaitu meliputi produk unggas (DOC ayam ras pedaging/broiler), pakan ternak, dan produk olahan unggas.

I Ketut menjelaskan, IRA merupakan syarat utama bagi perusahaan peternakan di Indonesia, khususnya unggas, untuk dapat dilakukan penilaian kesesuaian terutama dalam hal penerapan persyaratan kesehatan hewan berdasarkan sertifikat-sertifikat yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia, tambah Ketut.

“Kita selaku calon negara eksportir, selalu mengutamakan pemenuhan persyaratan kesehatan hewan maupun standar internasional lainnya sebagai jaminan keamanan produk bagi Timor-Leste,” ungkap I Ketut Diarmita.

Hal ini sesuai dengan komitmen kedua negara di dalam perjanjian technical agreement antara Indonesia dan Pemerintah Negara Timor-Leste dan Pemerintah Indonesia, yang telah ditandatangani pada tahun 2018 yang lalu. “Hasil dari kegiatan IRA ini akan menjadi pertimbangan bagi Negara Timor-Leste dalam mengeluarkan rekomendasi impor pada produk unggas dari Indonesia”, terangnya.

Ekspor unggas dan produk unggas dari Indonesia ke Timor-Leste dimulai sejak Pertengahan Tahun 2018, dengan jumlah produk yang diekspor berdasarkan data BPS dan Pusdatin Kementan tahun 2018, yaitu ekspor DOC sebanyak 113.600 ekor dengan nilai sebesar US$45.815. Kemudian, untuk produk pakan unggas sebanyak 4.209 ton dengan nilai sebesar US$758.424 dan untuk daging ayam olahan sebanyak 29,4 ton dengan nilai US$89.320.

“Hal ini merupakan momentum awal ekspor produk peternakan unggas Indonesia ke Timor Leste, seperti kita ketahui bahwa sebelumnya Indonesia tidak dapat mengeskpor unggas dan produk unggas ke Timor-Leste terkait dengan adanya peraturan di Negara tersebut yang melarang impor dari Indonesia,” ucap Ketut.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Ditjen PKH Fini Murfiani pada kesempatan berbeda mengatakan, selain ayam ras, pelaku usaha dan Pemerintah Timor-Leste juga berminat untuk mengembangkan beberapa komoditas lain seperti tik, puyuh, dan kambing. Indonesia sangat berpotensi untuk memenuhi pasar di Timor Leste. Dia menyampaikan, Ditjen PKH telah melakukan identifikasi beberapa pelaku usaha yang siap melakukan ekspor untuk memenuhi permintaan berupa DOD itik petelur dan pedaging, DOQ puyuh, dan kambing.

“Beberapa syarat untuk bisa melakukan ekspor adalah terjaminnya supply chain untuk menjamin kontinuitas produk ekspor yang diminta, adanya proses quality control untuk memenuhi spesifikasi yang diminta dan tentunya yang utama adalah jaminan pemenuhan persyaratan kesehatan hewan yang dipersyaratkan oleh negara tujuan,” ujar Fini.

“Untuk dapat merealisasikan diversifikasi jenis komoditas peternakan yang diekspor ke Timor-Leste, saat ini Ditjen PKH sedang menyiapkan semua proses persyaratan yang dibutuhkan,” pungkasnya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *