Produksi Musim Tanam Pertama Desa Nunuk Indramayu Turun | Villagerspost.com

Produksi Musim Tanam Pertama Desa Nunuk Indramayu Turun

Meski hasil panen menurun jauh, petani desa Nunuk, Indramayu tetap bersyukur masih bisa melakukan panen (dok. villagerspost.com/tarsono)

Meski hasil panen menurun jauh, petani desa Nunuk, Indramayu tetap bersyukur masih bisa melakukan panen (dok. villagerspost.com/tarsono)

Indramayu, Villagerspost.com – Petani muda di Indramayu melaporkan, hasil panen musim tanam pertama (MT1) petani padi di desa Nunuk Indramayu, menurun. Petani mengeluh karena hasil panennya kurang begitu memuaskan diakibatkan banyaknya hama dan penyakit yang menyerang tanaman padi.

Dari hasil survei yang dilakukan para petani muda di desa Nunuk diketahui, hama yang banyak menyerang tanaman padi di desa tersebut adalah hama tikus, wereng batang coklat, penggerek batang, dan kresek. Kerusakan yang disebabkan hama tikus mencapai 60%, hasil panennya hanya 3,1ton/hektare atau kerusakan 90% hasilnya hanya mencapai 1,1ton/ha.

Sementara, kerusakan yang disebabkan wereng batang coklat mencapai 70% atau hasil panennya hanya mencapai 2,2 ton/Ha. Kerusakan yang disebabkan penggerek batang mencapai 50% atau hasil panen hanya sebesar 3,5 ton/Ha. Kemudian, kerusakan oleh penyakit kresek mencapai 40% atau satu hektare hanya bisa menghasilkan 4,2 ton/Ha. Padahal dalam kondisi normal satu hektare bisa menghasilkan antara 7-8 ton gabah.

Meski hasilnya turun jauh, petani tetap selalu bersyukur atas apa yang terjadi dan hasil yang diterima. Karena bagi petani, apapun hasilnya, panen harus tetap wajib disyukuri. “Setelah panen raya usai, musim tanam kedua beberapa minggu lagi, mari kita tanam lagi, seakan petani tidak kapok dengan kerugian yang sedemikian banyaknya,” kata seorang petani.

Laporan: Tarsono, Petani Muda Peneliti Curah Hujan, Desa Nunukan, Indramayu, Jawa Barat

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *