Puluhan Hektare Sawah di Indramayu Terserang Hama Keong Mas

Sawah di desa Nunukan, Indramayu, Jawa Barat yang terendam air dan terkena serangan hama keong mas (dok. villagerspost.com/tarsono)
Sawah di desa Nunukan, Indramayu, Jawa Barat yang terendam air dan terkena serangan hama keong mas (dok. villagerspost.com/tarsono)

Indramayu, Villagerspost.com – Musim rendeng alias musim tanam padi di awal bulan Desember ini tidak berjalan mulus di Desa Nunuk, Kecamatan Lelea, Indramayu. Curah hujan yang tinggi mengakibatkan tanaman padi banyak yang mati akibat terendam air. Tingginya permukaan air juga menyebabkan merebaknya serangan hama keong mas (Pomacea canaliculata).

Hama keong mas ini terhitung sulit dikendalikan. Makhluk yang gemar merusak tanaman padi yang baru ditanam ini, sulit dibasmi dengan pestisida karena keong mas merupakan mahluk air dan memiliki rumah atau cangkang (tempurung) sebagai tempat berlindung. Jika disemprot pestisida atau menggunakan pestisida tabur, yang kena efektif hanya satu-dua ekor namun yang lainnya bertelur beribu-ribu ekor.

Penanganan secara alami yaitu dipoponi alias diambili pun, sulit untuk mengatasinya karena jumlahnya yang banyak. Saat ini sudah sekitar 20 hektare lahan yang terserang hama keong mas di Nunukan. Gejala serangan itu sendiri sudah nampak sejak 5 hari lalu. Hama keong mas ini menyerang tanaman padi yang berusia 7-10 hari.

Petani muda peneliti curah hujan dari desa Nunukan, Tangono mengatakan siklus ini memang berkaitan dengan iklim. “Siklus hama keong mas tidak putus, dikarenakan curah hujan di musim kemarau masih terjadi atau disebut kemarau basah alhasil hama Keong mas dimusim rendeng sekarang sulit dikendalikan,” katanya kepada Villagerspost.com, Selasa (13/12).

Alhasil petani pun kerepotan, terlebih, stok bibit untuk tambal sulam tanaman padi di areal sawah yang terserang sudah habis. Kalau sudah begini, mau tidak mau petani harus cari benih hingga keluar desa tetangga. Itupun tak murah karena harga bibit untuk satu gegula (hamparan) persemaian dihargai Rp100.000. “Belum ditambah buruh nyabutin, tanam dan sebagainya,” kata Tangono.

Petani Desa Nunukan pun putar akal untuk mengendalikan hama ini. Menurut Nurkilah, seorang petani Nunukan, sebenarnta hama keong mas bukanlah hama yang berbahaya jika petani itu sendiri tahu cara pengendaliannya. “Sebenarnya hama keong mas sudah menampakan kelemahannya disaat telur merah muda yang menempel di batang padi itu harus diambil kemudian dibuang di air,” katanya.

Dengan dibuang di air, maka telur keong mas tidak akan menetas. “Ada cara lain juga yang ramah lingkungan dengan menaruh daun pepaya atau daun pisang kemudian hama keong mas akan berkumpul lalu kita mengambilnya untuk pakan bebek,” kata Nurkilah.

Laporan/foto: Tarsono, Petani Muda Peneliti Curah Hujan, Desa Nunukan, Indramayu, Jawa Barat

Ikuti informasi terkait hama keong mas >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *