Puluhan Rusa Mangsa Komodo Mati Dibantai Pemburu Liar

Rusa Timor yang mati dibantai pemburu liar (dok. istimewa)

Labuan Bajo, Villagerspost.com – Kelestarian kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) tak hanya terancam di lautan oleh aktivitas illegal fishing tetapi juga di daratan oleh terjadinya perburan liar terhadap rusa Timor. Sebuah foto yang kini viral di media sosial menunjukkan, puluhan ekor rusa yang merupakan hewan buruan bagi komodo itu mati dibunuh pemburu liar.

Tubuh rusa yang tampak sudah tersembelih dan sebagian lagi sudah dibuang jeroannya itu tampak diangkut melalui sebuah perahu motor. Komentar netizen atas foto-foto itu menyebutkan, tersebut merupakan hasil perburuan di Pulau Komodo Selatan, Taman Nasional Komodo (TNK), Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Seorang pemandu senior di TNK menyebutkan dalam laman akun Facebook atas nama Kamal Adja, terposting foto-foto rusa hasil tangkapan dan disebutkan rusa-rusa itu adalah hasil tangkapan dari Flores. “Kejadian seperti ini sudah berulang kali terjadi,” ujarnya.

Sang pemandu mengakui praktik perburuan rusa yang merupakan makanan utama komodo itu, sesungguhnya sudah sejak lama terjadi. “Ini sudah sangat meresahkan. Itu terjadi sejak lama, tetapi sepertinya dibiarkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai Taman Nasional Komodo Sudiono mengatakan, pihaknya sudah mendapat foto itu sejak beberapa hari sebelumnya. Namun dia mengaku belum bisa menyimpulkan apakah benar rusa-rusa itu diburu dari Pulau Komodo atau bukan.

“Tentunya kami juga tidak bisa mengatakan bahwa itu bukan dari Komodo. Kami sudah telusuri dan untuk sementara kami sudah mengetahui bahwa kapal motor itu berasal dari Pulau Sumbawa,” kata Sudiono yang dikonfirmasi, Sabtu (5/8) pagi.

Sudiono juga menegaskan pihak belum bisa memastikan apakah foto tersebut merupakan foto baru atau foto lama. Pasalnya, kata dia, pihaknya selama ini rutin melakukan patroli di Pulau Komodo dan tidak menemukan kejadian seperti di foto tersebut. “Sejak Bulan Februari hingga saat ini sudah sebelas kali operasi. Selama operasi itu tidak ditemukan kejadian seperti di foto itu,” kata Sudiono.

Sudiono menegaskan, bisa saja rusa-rusa dalam foto tersebut berasal dari kawasan lain. Meski begitu, kata dia, pihaknya akan tetap melakukan penelurusan untuk memastikanya. Sudiono mengatakan, pihak TNK akan melibatkan aparat keamanan karena dari foto itu terlihat rusa-rusa tersebut diburu dengan cara ditembak.

“Berarti ada senjata. Makanya kami bekerja sama dengan penegak hukum. Kita tidak tahu, senjata itu dari mana. Bisa saja membahayakan manusia,” kata Sudiono. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *