Ratusan Pakar Bahas Pembangunan Perkebunan Berkelanjutan di The 2nd ICSP

Perkebunan sawit di Indonesia (dok. pajak.go.id)

Bogor, Villagerspost.com – Ratusan pakar pertanian dari delapan negara hadir dalam The 2nd ICSP (International Conference on Sustainable Plantation). Di dalam forum yang dilaksanakan secara daring (online) pada 2-3 September 2021 itu, para pakar ini membahas upaya untuk membangun sistem perkebunan berkelanjutan. Kegiatan ini dihadiri secara virtual oleh lebih dari 300 peserta yang berasal dari 8 negara, yakni Indonesia, Malaysia, Australia, Jepang, Korea, India, Pakistan, Amerika Serikat

Mengusung tema: “Improving Added Value of Plantation Crops through Sustainable Innovation”, para pakar perkebunan di antaranya dari Kementerian Pertanian, IPB University, Universitas Osaka Jepang, Universitas Los Banos Filipina dan Australia membahas perkembangan sains dan teknologi terkini tanaman perkebunan. Selain itu, para pakar juga membahas upaya advokasi peningkatan nilai tambah komoditas perkebunan strategis, memperkuat jejaring internasional bagi akademisi dan peneliti, serta mendorong publikasi internasional akademisi dan para peneliti.

Konferensi internasional ini dibuka secara resmi oleh Menteri Peertanian Republik Indonesia Dr. Syahrul Yasin Limpo. Pembukaan dihadiri oleh Rektor IPB Prof. Dr. Arif Satria, Kepala Litbang Pertanian Dr. Fadry Djufry, dan Dekan Fakultas Pertanian IPB Dr Sugiyanta.

Rektor IPB Prof Dr Arif Satria dalam welcoming speech-nya menyampaikan, produk tanaman perkebunan berkontribusi besar dalam ekonomi nasional, penyumbang penting dalam ekspor dan penciptaan lapangan kerja. “IPB University telah mengembangkan berbagai advance technology di bidang perkebunan, di antaranya pemupukan cerdas, deteksi kesehatan tanaman, dan pengolahan hasil produk perkebunan beserta turunannya,” tegas Arif.

Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian IPB Dr. Sugiyanta memaparkan peran strategis perguruan tinggi dalam penmbangunan perkebunan yang secara umum yaitu menciptakan SDM yang handal, dan IPTEK terkini, serta pendampingan maasyarakat perkebunan.

Ketua I The 2nd ICSP Dr. Suryo Wiyono dalam keterangan tertulisnya memaparkan, pengembangan perkebunan berkelanjutan tidak hanya menyangkut kepentingan Indonesia, tetapi juga puluhan negara kawasan tropika yang menjadi produsen, dan juga masyarakat dunia lainnya. “Hal ini karena masalah lingkungan dan juga pangan yang aman dan bermutu merupakan kepentingan semua negara di dunia,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan Fakultas Pertanian IPB University itu.

Sebanyak 199 paper telah berhasil dipresentasikan dalam The 2nd ICSP ini. Berbagai isu sains, teknologi dan kebijakan dibahas dalam forum ICSP yang meliputi bidang-bidang Budidaya tanaman, Agroforestri dan pembangunan pedesaan, teknologi pasca panen dan pengolahan serta Keanakaragaman hayati dan perubahan iklim.

Selain itu, The 2nd ICSP juga mengadakan sub kegiatan berupa Student Competition yang diikuti oleh 28 peserta dari 11 universitas di Indonesia, di antaranya IPB, Universitas Siliwangi, UNS, UNMER Pasuruan, Universitas Singaperbangsa Karawang, Universitas Borobudur, Politeknik Citra Widya Edukasi, Universitas Wijaya Kusuma, UINSA, Universitas Djuanda, dan Universitas Padjadjaran

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *