Rencana Penutupan Pabrik Gula Memprihatinkan | Villagerspost.com

Rencana Penutupan Pabrik Gula Memprihatinkan

Penggilingan tebu di pabrik gula Glenmore, Banyuwangi (dok. kabupaten banyuwangi)

Penggilingan tebu di pabrik gula Glenmore, Banyuwangi (dok. kabupaten banyuwangi)

Jakarta, Villagerspost.com – Anggota Komisi VI DPR RI Endang Srikarti Handayani mengaku prihatin atas rencana pemerintah yang menginginkan agar pabrik gula di beberapa daerah untuk ditutup. Dia menilai rencana tersebut ironis mengingat Indonesia dikenal dengan produktivitas gulanya.

“Saya sangat prihatin akan penutupan ini, padahal gula diharapkan bagi petani dan semuanya untuk menghidupkan keluarga dan menyemangati,” kata Endang, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan PT Perkebunan Nusantara, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta,  Rabu, (18/1)

Seperti diketahui, pemerintah memang berencana menutup beberapa pabrik gula. Diantaranya adalah Pabrik Gula Kanigoro, Pabrik Gula Rejosari, dan Pabrik Gula Purwodadi di Madiun. Kemudian Pabrik Gula Toelangan dan Pabrik Gula Watotoelis di Sidoarjo, Pabrik Gula Meritjan di Kediri, Pabrik Gula Wringinanom, Pabrik Gula Pandjie dan Pabrik Gula Olean di Situbundo, dan Pabrik Gula Gondang Baru di Klaten.

Rencana ini kemudian mendapat tentangan dari para petani yang khawatir tidak lagi bisa menggiling tebu mereka. Terkait hal ini, Endang menyoroti soal peran Indonesia yang produktivitas gulanya sudah tidak setinggi dahulu.  Politisi Golkar ini pun menceritakan kisah bagaimana keluarganya saat kecil yang sangat membanggakan Indonesia sebagai tulang punggung penghasil gula.

“Yang namanya petani tebu di Indonesia itu saat saya masih kecil itu luar biasa, keluarga saya sangat membanggakan Indonesia sebagai tulangnya gula. Jadi saya sekarang menjadi wakil rakyat, saya sedih, harapan rakyat untuk menjadi petani menjadi pupus karena mau ditutup,” ujar Endang.

Terkait rencana penutupan pabrik gula, legislator dapil Jawa Tengah V pun mengusulkan agar PTPN dapat bekerjasama dengan swasta untuk mampu menghidupkan petani tebu. “Bisa saja bekerjasama dengan swasta untuk menghidupkan petani tebu dengan metode berbeda,” jelas Endang.

Pemerintah sendiri melakukan penutupan pabrik gula tersebut dengan alasan efisiensi. Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, dengan penutupan pabrik gula yang sudah tidak efisien, diharapkan harga gula nasional yang saat ini di angka Rp12.000/kg bisa diturunkan.

“Saat ini, banyak PG  milik pemerintah yang inefisiensi karena sudah terlalu tua. Oleh karenanya kita harus melakukan efisiensi dengan jaminan petani tebu tetap akan menggiling gula, meskipun kita menutup beberapa pabrik gula milik kita,” kata Rini di Situbondo, Novemver lalu.

Ikuti informasi terkait gula >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *