Restocking Benih Ikan, Menuju Budidaya Berkelanjutan | Villagerspost.com

Restocking Benih Ikan, Menuju Budidaya Berkelanjutan

Keramba budidaya kakap putih di perairan Jakarta. KKP melakukan restocking kakap putih untuk mewujudkan perikanan budidaya berkelanjutan (dok. jakarta.go.id)

Keramba budidaya kakap putih di perairan Jakarta. KKP melakukan restocking kakap putih untuk mewujudkan perikanan budidaya berkelanjutan (dok. jakarta.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Pemerintah terus berupaya mendorong perikanan budidaya menuju perikanan yang berkelanjutan. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan melakukan restocking untuk melestarikan dan memperkaya sumber daya alam. Dalam rangka itu, hari ini, Selasa (5/1) Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya melakukan restocking benih kakap putih di perairan Batam.

Direktur Jenderal Perikanan Slamet Soebjakto mengatakan, kegiatan ini sesuai dengan arahan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Susi memang meminta agar perikanan budidaya dilakukan tanpa merusak alam dan mendukung pola keberlanjutan.

“Kegiatan restocking ini dilakukan sebagai wujud dari kebijakan tersebut. Benih kakap putih hasil produksi dari unit pembenihan Unit Pelaksana Teknis (UPT) DJPB yaitu Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam, di tebar ke alam, untuk memperkaya stok alam,” kata Slamet Soebjakto, seperti dikutip kkp.go.id.

Slamet menambahkan bahwa di tahun 2016, produksi benih dari UPT DJPB akan di fokuskan untuk memenuhi kebutuhan benih bermutu dan juga untuk restocking di alam. Target produksi perikanan budidaya pada tahun 2016 yang mencapai 19,5 juta ton, diperkirakan membutuhkan kurang lebih 101 milyar ekor benih.

“Dan ini termasuk 100 juta ekor benih yang akan kita berikan ke masyarakat dan juga kita tebar ke alam, untuk memperkaya atau menambah stok ikan di alam,” tambah Slamet.

Benih kakap yang di tebar di Batam, kata Soebjakto, mencapai 10 ribu ekor benih. Dengan melakukan restocking ini, dia berharap, akan terjadi keseimbangan alam dan lingkungan semakin terjaga. “Diperlukan juga keterlibatan masyarakat sekitar dalam menjaga lingkungan, artinya ukuran ikan yang di tangkap adalah ukuran konsumsi dan tidak sedang bertelur. Sehingga ketersediaan ikan selalu terjaga,” kata Slamet menerangkan.

Dia meyakinkan, restocking benih ikan yang berasal dari usaha budidaya, akan mendukung usaha budidaya perikanan yang ramah laingkungan, efektif, efisien dan mendukung keberlanjutan. “Benih yang di produksi harus merupakan hasil pembenihan dengan kualitas yang dijaga, sehingga keberlanjutan usaha-usaha perikanan dengan memperhatikan aspek ekologi, sosial dan ekonomi di masa yang akan datang, pada akhirnya akan mewujudkan visi keberlanjutan sumberdaya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” pungkas Slamet. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *