Revitalisasi Mandiri Tambak Dipasena Rampung

Petambak eks Dipasena melaksanakan syukuran rampungnya revitalisasi mandiri (dok. p3uw lampung)
Petambak eks Dipasena melaksanakan syukuran rampungnya revitalisasi mandiri (dok. p3uw lampung)

Lampung, Villagerspost.com – Upaya mandiri para petambak eks Dipasena di Rawajitu Timur, Lampung, dalam melakukan revitalisasi tambak-tambak udang mereka akhirnya rampung. Kana sepanjang 80 kilometer berhasil diselesaikan dan tantangan terberat revitalisasi dipasena secara mandiri telah terlewati.

Masyarakat Kampung Bumi Dipasena Agung kini bisa tersenyum dan optimis untuk berbudidaya udang kedepannya, karena kanal-kanal saluran air ke tambak-tambak mereka selesai diperbaiki. Sebelumnya, kanal untuk mengairi tambak mereka tertutup lumpur akibat sedimentasi dan ditumbuhi kayu.

Kini kanal-kanal itu sudah bersih dan air laut bisa masuk dengan lancar ke kanal-kanal untuk selanjutnya di pompa kedalam kolam petambak.

Suwarno, salah satu petambak menyampaikan, kegembiraannya dengan keberhasilan proyek revitalisasi mandiri ini. “Hampir 15 tahun sudah kanal-kanal kami belum pernah di perbaiki, bahkan di zaman ada perusahan PT Aruna Wijaya Sakti (AWS) kampung kami tdak dilakukan revitalisasi dengan alasan perusahaan saat itu medannya terlalu parah, biayanya terlalu besar tapi sekarang syukur Alhamdulillah,” katanya kepada Villagerspost.com, Jumat (5/2).

Alat berat mengeruk lumpur untuk pengerjaan saluran inlet (dok. p3uw lampung)
Alat berat mengeruk lumpur untuk pengerjaan saluran inlet (dok. p3uw lampung)

Revitalisasi mandiri sarana budidaya ini adalah program Perhimpunan Petambak Pengusaha Udang wilayah (P3UW) Lampung untuk mengembalikan kejayaan produksi Dipasena. Sebelum itu, P3UW berkonsentrasi dalam pembelian alat berat seperti excavator, ponton besi dan greader.

Ketua P3UW Lampung Nafian Faiz mengatakan, dana untuk melakukan proyek revitalisasi ini semuanya merupakan hasil jerih payah para petambak. Menurut data yang ada pada panitia revitalisasi mandiri P3UW, pengerjaan di blok 04 menghabiskan biaya sebesar Rp631 juta. Pada Blok 4 total panjang kanal Sub Inlet dan Kanal Main Inlet yang direvitalisasi mencapai panjang 37,6 km dengan luas wilayah kerja 586 hektare.

Sementara, revitalisasi blok 5 ditambah kerja kerja Excavator 663 HM yang menghabiskan BBM sebanyak 11.934 liter, menelan biaya sebesar Rp274 juta. Pada Blok 5 total panjang kanal Sub Inlet dan Main Inlet yang dibangun mencapau 37,6 km dengan luas wilayah kerja 550 hektare.

Proses pembangunan turap kanal air menuju tambak (dok. p3uw lampung)
Proses pembangunan turap kanal air menuju tambak (dok. p3uw lampung)

Total biaya pengerjaan revitalisasi mandiri di blok 4 dan Blok 5 Kampung Dipasena Agung mencapai sebesar Rp905 juta. “Alhamdulillah dana bisa kita efisiensi karena alat kita tidak sewa, kalau ecxavator dan pontonnya kita sewa hampir bisa dipastikan biayanya membengkak menjadi tiga kali lipat,” kata Nafian saat acara Tasyakuran selesainya Revitalisasi di Kampung Bumi Dipasena Agung hari ini, Jumat (5/2).

Nafian Faiz mengatakan, setelah sukses melakukan perbaikan infrastruktur, para petembak akan berkonsentrasi untuk mengembangkan permodalan mandiri. (*)

Laporan: Ari Suharso, Petambak eks Dipasena Lampung

Ikuti Perkembangan Isu Dipasena >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *