Rizal Fahreza: Membangun Orchard Buah Nusantara

Rizal Fahreza dengan cabai hasil panen dari kebunnya (dok. rizal fahreza)
Rizal Fahreza dengan cabai hasil panen dari kebunnya (dok. rizal fahreza)

Jakarta, Villagerspost.com – Berbekal ilmu pertanian yang dimilikinya, Rizal Fahreza nekat mendirikan usaha yang bergerak di bidang hortikultura yang diberi nama Digdaya Agro Nusantara. Lewat usaha itu, Rizal selama tiga tahun belakangan ini mengembangkan usaha tanaman buah sebagai tanaman utama.

Pria kelahiran Garut 8 Mei 1991 ini memang punya cita-cita luhur. Dia ingin usahanya menjadi 10 besar perusahaan swasta orchard (kebun) hortikultura nusantara. “Saya ingin fokus pada pengembangan 9 jenis buah nusantara,” katanya.

Buah-buahan itu adalah jeruk, manggis, durian, alpukat, mangga, sirsak, jambu biji, pisang dan pepaya. Hanya saja, Rizal sadar, untuk sebuah usaha pertanian, mengandalkan buah-buahan saja sebagai komoditas andalan akan sangat sulit. Pasalnya, untuk menunggu musim panen buah-buahan memang terhitung lama.

Sementara untuk menjaga perusahaan tetap sehat, cash flow perusahaan tetap harus dijaga. Solusinya, Rizal juga mengembangkan tanaman sayuran yang ditumpangsarikan dengan tanaman buah. Tanaman-tanaman sayuran ini digunakan sebagai tanaman pengaman (cash flow) sembari menunggu tanaman buah dapat dipanen.

Tanaman sayur yang dibudidayakan antara lain cabai, kubis, kol bunga, sawi, tomat, kentang, wortel, terong, kubis, kangkung, buncis, dan bawang daun. Selain itu ia juga mengembangkan usaha perikanan. Berbagai jenis ikanĀ  seperti ikan mas, lele, patin, nila, bawal, gurame, dan ikan hias ia jadikan ladang usaha.

Tak hanya itu ia juga mengembangan usaha lain meliputi olahan sayur seperti saus cabe, cabe kering, tepung cabai, abon cabe, keripik kentang, keripik pisang, dodol buah, jus buah, jelly buah, penangkaran bibit buah dan agrowisata. “Lewat jenis usaha ini, saya menemukan role model pengembangan tanaman buah sebagai tanaman utama yang ditumpangkan dengan sayuran, hasil pengolahan produk sayuran ikan dan peternakan sebagai tanaman menjadi pengaman cash flow sambil menunggu kesiapan tanaman utama,” terangnya.

Untuk memulai usahanya ini, Rizal mengakui, investasi dan modal kerja awal memang cukup tinggi. Namun, dengan tumpang sari dan banyaknya usaha yang ia miliki selain efisien, produktivitas lahan dan tenaga kerja cukup tinggi. “Modal usaha berasal dari diri sendiri, juga dari kerjasama dengan investor dan pemilik lahan dengan sistem bagi hasil,” ungkap Rizal.

Ke depan, Rizal juga ingin mengembangkan usaha packing house hortikultura dan membangun industri pengolahan sayur dan buah nusantara, serta membangun fresh fruit shop. Lebih ke depan lagi, Rizal bercita-cita ingin mengekspor buah-buahan nusantara ke seluruh dunia.

Rizal juga punya mimpi untuk membangun kemitraan antara petani, pemilik lahan, investor dan industri pengolahan buah. Dia juga ingin membangun kemitraan teknologi dengan lembaga riset pelatihan dan universitas. “Selain itu juga membangun kemitraan dengan pihak pembiayaan dan bank,” ujarnya.

Soal motivasinya menjadi Duta Petani Muda 2016, Rizal menegaskan, pertama dia ingin memiliki kemampuan untuk menyebarkan semangat dan inspirasi kepada petani baik tua maupun muda. “Petani itu profesi yang keren dan membanggakan karena dengan bantuan petani dan kerja keras bersama, cita-cita luhur mewujudkan kedauatan pangan dapat diwujudkan untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, dia juga ingin berkolaborasi dengan sesama putra-putri terbaik yang dihimpun dari berbgaai wilayah sebagai media memperluas jaringan. “Saya juga ingin belajar lagi, mendapat asistensi, pelatihan di bidang manajemen usaha, kepemimpinan, teknologi, serta media dan public speaking dalam menjalankan usaha ini,” ujarnya.

Ikuti informasi terkait Duta Petani Muda >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *