Rumah Pajang Taresa, Pasarkan Produk Lokal Desa Lewat BUMDes

Ilustrasi Badan Usaha Milik Desa (dok. kemendesa pdtt)

Jakarta, Villagerspost.com – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengapresiasi Rumah Pajang Taresa yang dikelola beberapa BUMDes Bersama/BUMDes Mart di Desa Margasakti, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara. Apresiasi diberikan atas kreativitas camat dan kepala desanya dalam memberdayakan ekonomi warganya melalui rumah pajang tersebut.

Rumah Pajang Taresa menjadi tempat mempromosikan dan mengenalkan produk-produk unggulan desa tersebut. “Saya berkunjung menyaksikan Rumah Pajang bantuan dari Kemendes PDTT di Desa Margasakti ini, tapi yang paling saya banggakan dari empat desa yang saya kunjungi, kepala desanya sangat kreatif dalam memanfaatkan dana desanya. kalau dilihat di dalam rumah pajang itu isinya produk-produk olahan yang sudah dibuat dari desa sendiri” ujarnya setelah meninjau sekaligus meresmikan Rumah Pajang berupa BUMDes Mart, Rabu (6/2).

Eko mengatakan, dengan kreativitas dalam memberdayakan ekonomi tersebut bisa meningkatkan nilai tambah dari masyarakat. Namun, tantangan yang ada di Bengkulu adalah konektivitas. Sehingga, perlu ada langkah dalam mengatasi permasalahan konektivitas di Bengkulu. “Jadi saya akan perjuangkan terus bantuan dari pemerintah pusat terkait konektivitas kabupaten di Provinsi Bengkulu,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Camat Padang Jaya Syarifah Inayati yang juga merupakan putri dari transmigran mengatakan, Rumah Pajang Taresa dikelola oleh BUMDes Bersama, yang terdiri dari tiga desa yaitu Desa Margasakti, Desa Tanjung Harapan, dan Desa Tambak Rejo. Kemudian diberi nama BUMDes Mart Tanjung Rejo Sakti.

Unit usahanya terdiri dari perikanan, ekonomi produktif, dan perkebunan karet dan sawit. “Rumah Pajang itu semacam rumah yang diperuntukkan untuk menampung hasil produksi/olahan masyarakat untuk dijual. Dan dikelola oleh BUMDes Bersama. Diharapkan dananya bisa bergulir, jadi ketika tidak ada lagi bantuan, mereka tetap mandiri,” ujarnya optimistis.

Syarifah menerangkan, program yang merupakan bantuan murni dari Kemendes PDTT di bagian PKP tahun 2018 ini memiliki tujuan pertamanya tidak mencari laba, tetapi untuk menumbuhkan usaha ekonomi kreatif yang ada di masyarakat. “Jadi masyarakat bisa meningkatkan pendapatan tanpa harus jauh-jauh berjualan, bisa langsung beli di sini (Rumah Pajang), dan kecamatan pun kalau ada tamu, kami tidak kesulitan lagi beli oleh-oleh, cukup ambil di sini saja,” terangnya.

Bentuk bantuan yang sudah diberikan berupa peralatan sebesar Rp350 juta, permodal BUMDes dari pernyertaan modal BUMDes-nya sebesar Rp35 juta/desa. Harapannya, stimulan untuk menambah modal, akan dipacu dan ini menurutnya diharapkan menjadi modal terakhir sehingga bisa mandiri pengelolaannya. “Bantuannya ke bentuk yang lain tidak hanya modal,” ungkapnya.

Mayoritas desa di Kecamatan Padang Jaya ini hasil kebunnya sawit dan karet, Desa Margasakti akan mendapat bantuan pengolahan minyak goreng dari kementerian memberikan bantuan mesin yang akan dikembangkan dan dikelola BUMDes. “Bahannya banyak tersedia di masyarakat,” pungkasnya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *