Sambut 2016, Pemerintah Tenggelamkan 10 Kapal Pencuri Ikan | Villagerspost.com

Sambut 2016, Pemerintah Tenggelamkan 10 Kapal Pencuri Ikan

Kapal-kapal asing pencuri ikan ditenggelamkan aparat KKP dan TNI AL (dok. setkab.go.id)

Kapal-kapal asing pencuri ikan ditenggelamkan aparat KKP dan TNI AL (dok. setkab.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Banyak cara orang merayakan pergantian tahun. Ada yang merayakan dengan menyalakan petasan, ada juga yang merayakan dengan mengadakan pesta dan lain-lain. Namun pemerintah memilih untuk menyambut tahun 2016 dengan sebuah tindakan tegas yaitu menenggelamkan 10 kapal yang tertangkap melakukan pencurian ikan di perairan Indonesia. Penenggelaman kapal itu dilakukan Kamis (31/12) menjelang tutup tahun 2015.

Ketua Pelaksana Harian (Kalakhar) Satgas 115, Laksamana Madya TNI Widodo menginstruksikan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk segera menenggelamkan 10 kapal di empat lokasi berbeda. “Laksanakan tenggelamkan dengan hitungan mundur,” kata Widodo lewat sambungan telepon, di Gedung Mina Bahari I, KKP, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Kamis (31/12).

Pelaksanaan penenggelaman pun disiarkan dengan video streaming dari empat lokasi. Kesepuluh kapal asing yang ditenggelamkan, diantaranya di Perairan Belawan, Medan, Sumatera Utara (1kapal), Perairan Tarempa, Batam, Kepulauan Riau (1 kapal), Tarakan, Kalimantan Utara (2 kapal), serta Tahuna Sulawesia Utara (6 kapal).

Penenggelaman diawali dari Belawan satu kapal asal Malaysia, kemudian dilanjutkan di Tarempa satu kapal asal Malaysia. Berselang beberapa menit dua kapal asal Filipina ditenggelamkan di Tarakan dan enam kapal berbendera Indonesia di perairan Tahuna. “Mereka rata-rata membawa ikan segar. Semua sudah selesai ditenggelamkan,” terang Widodo.

Penenggelaman kapal ini merupakan salah satu aksi nyata yang dilakukan pemerintah dalam memberantas Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing di perairan Indonesia. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk terus mendorong terwujudnya misi Pembangunan Nasional 2015-2019, yaitu menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia yang merupakan salah satu amanat Presiden Indonesia Joko Widodo.

Dengan ditenggelamkannya 10 kapal pada hari ini, maka bertambah pula jumlah kapal yang berhasil ditenggelamkan sepanjang 2015 menjadi 117 dari total sebelumnya 107. “Kegiatan terakhir tahun 2015 ini adalah target kita dari satgas illegal fishing. Total sebelumnya itu 107, jadi total yang sudah ditenggelamkan oleh satgas ini adalah 117 kapal kapal di 2015,” kata Widodo.

Selidiki Perusahaan Terlibat Pencurian Ikan

Sebelumnya, Satgas Illegal Fishing juga menyatakan akan menyelidiki serta menyidik sejumlah perusahaan yang diduga melakukan tindak pidana perikanan di wilayah Indonesia Timur. Perusahaan tersebut berada di Ambon, Avona, Wanam, dan Benjina. Adapun perusahaan yang terlibat di Avona dan Wanam wilayah Papua adalah PT AML, PT DK, PT ALS, dan PT ANTC.

“Kami menemukan masalah di antaranya perizinan usaha perikanan yang tidak sesuai, kegiatan perikanan yang tidak dilaporkan,” kata Widodo.

Sedangkan di Ambon, Satgas Illegal Fishing sedang menangani kasus perikanan yang dilakukan oleh PT MBR Group dan PT BR dengan dugaan transhipment secara ilegal yang terjadi di wilayah perairan Indonesia dan di luar wilayah perairan Indonesia.

“Pelaporan kegiatan usaha perikanan tidak yang sebenarnya serta kegiatan ekspor ikan tidak memenuhi syarat sesuai ketentuan,” tutur Widodo.

Untuk penanganan kasus di wilayah Maluku Utara, Ambon, dan Papua, Widodo mengungkapkan kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan. “Masih berjalan untuk membuktikan unsur-unsur tindak pidana yang dilakukan, sehingga dapat menjadi alat bukti yang cukup,” pungkas Widodo. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *