Sandiaga Uno Rekomendasikan Lima Desa Wisata Spesial

Kegiatan olahraga paralayang di kawasan wisata Gunung Gede, Desa Tatung, Ponorogo (dok pemkab ponorogo)

Jakarta, Villagerspost.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Sandiaga Uno merekomendasikan lima desa wisata spesial yang wajib dikunjungi. Lima desa ini dinilai spesial karena potensi alam, budaya, dan produk kreatif lokal yang istimewa.

Salah satunya Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli. Desa ini dinobatkan menjadi 1 dari 3 desa terbersih di dunia. 40% dari luas keseluruhan desa ini dipenuhi dengan hutan bambu. Keasrian dan kesejukan desa ini berhasil membuat Desa Penglipuran mendapatkan berbagai penghargaan, salah satunya termasuk ke dalam top 100 Sustainable Destinations dari Green Destinations Foundation.

Selanjutnya adalah Desa Wisata Lerep di Semarang Jawa Tengah. “Desa ini telah tersertifikasi oleh Kemenparekraf sebagai Desa Wisata Berkelanjutan,” kata Sandiaga, dalam siaran persnya, Minggu (18/4).

Desa tersebut terkenal dengan pasar kuliner ala tempo dulu. Beragam sajian kuliner tersedia di sini baik khas lokal maupun yang sedang tren. Terdapat tradisi tahunan ‘Iriban’ yang selalu menarik minat wisatawan.

Desa berikutnya adalah Desa Sade di Rembitan Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Desa ini merupakan tempat tinggal suku asli Lombok yaitu Suku Sasak.

Kain tenun menjadi produk ekonomi kreatif lokal unggulan masyarakat desa. Banyak wisatawan yang menggemari produk tersebut. Selain itu adalah Desa Wisata Osing Kemiren di Banyuwangi Jawa Timur.

“Desa ini merupakan tempat tinggal suku Osing dan telah ditetapkan sebagai daerah cagar budaya,” jelas Sandiaga.

Adat istiadat dan beragam budaya Suku Osing masih sangat dilestarikan, sehingga membuat desa ini juga dinobatkan sebagai desa wisata berkelanjutan oleh Kemenparekraf.

Berikutnya ada Desa Liang Ndara di Flores Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur yang terletak 40 Km dari Labuan Bajo. Desa ini memiliki daya tarik budayanya yang unik.

Salah satunya yaitu tarian Caci. Tarian tradisional ini merupakan tarian perang khas masyarakat Flores yang hanya dapat ditemukan di Desa Liang Ndara.

“Selain tarian, masyarakatnya juga memiliki produk lokal andalan yaitu beragam kerajinan tangan dan kain tenun Flores yang indah,” ujar Sandiaga.

Desa wisata sendiri memang merupakan program unggulan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia dalam menciptakan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.

Sandiaga menjelaskan, Kemenparekraf menargetkan 244 desa wisata menjadi desa wisata mandiri dan lebih maju pada tahun 2024 mendatang.

“Desa wisata adalah salah satu program andalan kita yang akan kami fokuskan bagi sektor ekonomi kreatif di tengah pandemi yang akan menawarkan produk wisata yang lain daripada yang lain. Yaitu produk wisata berbasis alam terbuka, berbasis budaya (nature dan culture) dengan menawarkan produk-produk ekonomi kreatif berkearifan lokal,” tegasnya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *