Sayuran dan Buah Indonesia Senilai Rp77 Miliar Diborong Arab Saudi | Villagerspost.com

Sayuran dan Buah Indonesia Senilai Rp77 Miliar Diborong Arab Saudi

Aneka ragam buah lokal nusantara (dok. bkpd.jabarprov.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Sayuran dan buah-buahan Indonesia dengan nilai mencapai sebesar US$5,35 juta atau Rp77 miliar, diborong oleh perusahaan Arab Saudi Maula Al Dawilah Trading & Co. “Impor buah dan sayuran khas Indonesia yang dilakukan importir Arab Saudi yaitu Maula Al Dawilah Trading & Co memudahkan masyarakat Indonesia yang tinggal di sana untuk mendapatkan produk-produk tersebut,” ujar Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah Gunawan, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Senin (28/1).

Produk-produk yang diimpor itu merupakan hasil pertanian dan perkebunan dari Indonesia, antara lain buah naga, durian, pisang, mangga, pepaya, nangka, sirsak, rambutan, salak, manggis, belimbing, bahan sayur-sayuran, lengkuas, cabai, kemiri, bawang merah, bawang putih, jahe, kayu manis, tanaman apotek hidup, daun kelapa, buah kelapa, petai, dan jengkol. Selain itu, Maula Al Dawilah Trading & Co juga mengimpor aneka makanan olahan seperti kerupuk, kacang dan produk olahan kacang, biskuit, aneka kopi, gula merah, produk mi dan bihun, tepung beras, tepung jagung, kecap, santan cair, buah-buahan kaleng, tuna, serta kedelai.

Menurut Gunawan, dari total impor yang dilakukan Maula Al Dawilah Trading & Co, 70 persennya merupakan produk Indonesia. Sedangkan 30 persen sisanya merupakan produk-produk dari Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.

Maula Al Dawilah Trading & Co mendatangkan buah-buahan dari Indonesia secara rutin sebanyak 3-5 ton setiap minggunya atau sebanyak 130-170 ton setiap tahun melalui kargo udara dengan proses pengiriman selama dua hari. Sedangkan untuk produk makanan dan minuman (mamin) olahan serta buah dan sayur yang tahan lama, pengirimannya dilakukan melalui kapal laut selama 15-20 hari.

Konsul Jenderal Republik Indonesia Jeddah M. Hery Saripudin menambahkan, sebagai upaya membantu Maula Al Dawilah Trading & Co mendapatkan pasokan produk pertanian, perkebunan, dan makanan olahan dari Indonesia, ITPC dan KJRI Jeddah akan meningkatkan penetrasi pasar produk pertanian Indonesia. Salah satunya dengan mengajak untuk berpartisipasi pada pameran haji dan umrah di Balai Nusantara KJRI Jeddah pada 24-26 Januari 2019.

“Melalui pameran haji dan umrah, importir Arab Saudi akan dipertemukan dengan pengusaha katering Indonesia yang menyuplai mamin selama haji. Dengan memasuki pasar haji, importir tidak hanya memasok ke pasar reguler seperti toko, restoran, dan pasar ritel modern, tetapi juga memasok katering haji yang memiliki konsumen yang sangat besar,” ujar Hery.

Selain mengimpor buah dan sayur Indonesia, saat ini Maula Al Dawilah Trading & Co sedang melakukan pendaftaran impor pada salah satu merek kopi Indonesia di Kementerian Perdagangan dan Investasi (MCI) Arab Saudi. “Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah akan memfasilitasi dan mengawal rencana perusahaan untuk mendaftarkan produknya di MCI Arab Saudi.

“Ini dilakukan untuk menghindari kemungkinan terjadinya pemalsuan produk atau pendaftaran produk sejenis yang dilakukan oleh perusahaan lain,” tegas Hery.

Hery juga berharap bahwa Maula Al Dawilah Trading & Co dapat mengembangkan pasar produk Indonesia tidak hanya di Arab Saudi, tetapi juga di wilayah Gulf Cooperation Council (GCC) dan wilayah Afrika bagian timur seperti Djibouti, Somalia, dan Sudan.

“Hal ini karena negara-negara di wilayah timur Afrika memiliki pasar yang sangat terbuka bagi produk yang telah mendapatkan pengakuan standar dari Saudi Food and Drug Authority (SFDA) dan Saudi Accreditation and Standardization Organization (SASO). Selain itu, dengan memperluas pasar, maka akan semakin meningkatkan ekspor produk-produk Indonesia khususnya buah dan sayur,” pungkas Hery

Maula Al Dawilah Trading & Co sendiri mempunyai dua gudang besar yang berada di Jeddah dan Dammam untuk memenuhi kebutuhan produk Indonesia di Arab Saudi. Gudang yang berada di Jeddah digunakan untuk memenuhi permintaan produk Indonesia di Arab Saudi bagian barat. Sedangkan gudang yang terletak di Dammam digunakan untuk memenuhi kebutuhan di bagian timur Arab Saudi.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *