Sektor Pertanian Mampu Dongkrak Investasi dan Ekspor

Menteri Pertanian Amran Sulaiman meninjau produksi bawang merah di Bima, Nusa Tenggara Barat (dok. pertanian.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Pertanian Ketut Kariyasa mengatakan, sektor pertanian mampu mengundang peningkatan investasi sekaligus mendongkrak ekspor. Kariyasa mengatakan, total investasi selama 2014-2018 mencapai sebesar Rp240,8 triliun atau meningkat 150,7 persen dibandingkan periode sebelumnya (2009-2013) yang hanya Rp96,1 triliun.

Hal serupa juga terjadi pada sisi ekspor produk pertanian. “Dalam empat tahun terakhir (2014-2018) ekspor produk pertanian menunjukkan kinerja yang sangat membanggakan. Hal ini terlihat dari jumlah ekspor produk pertanian yang terus meningkat,” ujar Kariyasa, Selasa (6/8).

Kariyasa menguraikan, pada tahun 2013 ekspor produk pertanian Indonesia masih bertengger pada angka 33,5 juta ton, dan terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya. Pada tahun 2018 ekspor pertanian mencapai 42,5 juta ton dan meningkat 26,9 persen dibanding tahun 2013.

Demikian juga kalau dibandingkan dengan periode sebelumnya, selama periode 2014-2018, total ekspor pertanian Indonesia mencapai 195,7 juta ton atau meningkat sebesar 28,3 persen dibandingkan total ekspor pertanian pada periode 2009-2013 yang hanya sebesar 152,5 juta ton.

Nilai ekspor pertanian juga meningkat tajam. “Selama periode 2014-2018 total nilai ekspor pertanian Indonesia sebesar Rp1.957,8 triliun dan meningkat 26,3 persen dibandingkan total nilai ekpsor pertanian periode sebelumya (2009-2013) yang hanya sebesar Rp1.549,5 triliun,” jelas Kariyasa.

Kariyasa memperkirakan, pada tahun ini (2019) ekspor pertanian akan mampu melebihi tahun sebelumnya. Sampai dengan Triwulan II (Januariā€“Juni) tahun 2019, jumlah ekspor pertanian telah mencapai 19,8 juta ton, sementara sampai Triwulan II pada tahun sebelumnya (2018) jumlah ekspor pertanian sebesar 18,9 juta ton.

Dengan demikian sampai Triwulan II tahun 2019 terjadi peningkatan ekspor pertanian sebesar 4,76 persen dibandingkan tahun sebelumnya. “Kementan terus berupaya untuk meningkatkan ekspor ke depan. Hal ini dilakukan dengan terus meningkatkan produksi dalam negeri melalui berbagai program terobosannya,” jelas Kariyasa.

Terobosan lainnya yang dilakukan Kementan, sambung Kariyasa, kebijakan mempermudah proses ekspor, perbaikan sistem layanan karantina, membangun kawasan pertanian berbasis keunggulan komparatif dan budaya, peningkatan efisiensi biaya produksi dan daya saing melalui modernisasi pertanian, serta melakukan diplomasi untuk memperluas jenis komoditas dan tujuan pasar ekspor ke negara-negara baru.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *