Serapan Gabah dan Distribusi Bulog Kurang Seimbang | Villagerspost.com

Serapan Gabah dan Distribusi Bulog Kurang Seimbang

Distribusi raskin di daerah (dok. kabupaten kulonprogo)

Jakarta, Villagerspost.com – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Daniel Johan menilai, proses penyerapan gabah dengan distribusi beras yang dilakukan oleh Perum Bulog masih kurang seimbang. Di beberapa tempat kapasitas Bulog sudah penuh, namun pada sisi lain Bulog sudah tidak lagi melakukan distribusi rastra.

“Harus ada kebijakan untuk keseimbangan antara produksi dan pasar yang ujungnya pada harga gabah petani. Apalagi saat ini habis musim panen,” kata Daniel saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI meninjau Bulog Divre Kalimantan Barat, Senin (1/4).

Ia mengingatkan agar ada keseimbangan antara jumlah produksi dan penjualan dari gabah petani. Politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu berharap, dalam menjalankan fungsinya, Bulog jangan sampai terkendala dengan peraturan yang ada.

“Komisi VI DPR terus mendorong pemerintah untuk menyesuaikan harga penyerapan gabah dan penjualan beras dengan harga pasar. Bulog mampu membeli beras petani lebih, namun tidak bisa karena ada peraturan harga,” kata Daniel.

Sementara terkait impor bahan pangan, termasuk beras, menurutnya ada sisi baik dan buruknya. Untuk sisi buruknya, impor dilakukan tanpa perencanaan yang tepat, seperti saat masa panen dan lainnya.

“Sisi baiknya, impor bisa dilakukan saat tidak memasuki masa produksi dan untuk menstabilkan harga. Artinya untuk impor itu relatif dan tinggal disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk Kalbar sendiri saat ini sudah surplus,” ujar Daniel.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan bahwa sektor pertanian atau perkebunan yang tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan yakni soal karet dan kopra. Namun karena harga komoditas tersebut sedang turun, menurut Daniel, harus diambil langkah yakni dengan hilirisasi.

“Kopra contohnya, lebih mudah karena bisa dilakukan di industri kecil. Saat ini bahan baku saja rendah namun di sisi produk hilirnya tetap naik. Kita mendorong pemerintah melihat hal itu,” pungkasnya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *