Serukan Pemogokan Umum, Ini Tuntutan Buruh dan Petani

Konferensi pers gerakan buruh, petani dan masyarakat sipil menolak omnibus law (dok. kpa)

Jakarta, Villagerspost.com – Pada 6,7,8 Oktober 2020 ini aliansi buruh dan gerakan masyarakat sipil yang tergabung dalam GEBRAK bersama seluruh aliansi dan jaringan di wilayah Indonesia menyerukan Aksi Nasional Pemogokan Umum Rakyat Indonesia.

Lewat aksi ini kaum buruh, petani, nelayan dan gerakan masyarakat sipil mengusung satu tuntutan utama: “Batalkan Omnibus Law Seluruhnya!”

“GEBRAK juga menuntut agar Sidang Paripurna DPR RI Tidak Mengesahkan dan Mengundangkan RUU Cipta Kerja,” tegas Nining Elitos dari KASBI.

GEBRAK menegaskan, rakyat tidak membutuhkan omnibus law, yang dibutuhkan adalah DPR RI dan Pemerintah Indonesia, Kabinet Indonesia Maju untuk:

  • Menghentikan PHK dan Perampasan hak-hak buruh di massa pandemi Covid-19;
  • Menghentikan perampasan dan penggusuran tanah rakyat, jalankan Reforma Agraria Sejati;
  • Menghentikan kriminalisasi aktivis dan pembungkaman demokrasi.
  • Mencabut Undang-Undang Minerba yang merugikan rakyat kecil;
  • Menuntut pengesahan RUU yang menjamin hak-hak dasar rakyat, rasa aman bagi tiap warga negara, terutama kelompok rentan dan termarjinalkan, seperti RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, RUU Masyarakat Adat dan RUU Pekerja Rumah Tangga;
  • Memaksimalkan sumber daya DPR RI, dengan fokus menjalankan fungsi pengawasan dan penganggaran terkait penanganan pandemi COVID-19, dan penanganan dampak krisis ekonomi secara nasional dan sistematis.

“Kami berharap kepada seluruh elemen gerakan Rakyat Indonesia dapat bersama-sama turun kejalan dan terpimpin dalam satu perlawanan besar yaitu menuntut pembatalan Omnibus Law seluruhnya,” pungkasnya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *