Siaga Covid-19, Kelompok Tani Hutan di Bogor Tetap Panen

Ilustrasi panen raya padi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah (dok kabupaten pati)

Jakarta, Villagerspost.com – Di tengah kondisi siaga menghadapi pandemi Covid-19, Kelompok Tani Hutan di Bogor yang dibina oleh Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BDLHK) Bogor, tetap mampu melaksanakan panen. Walaupun areal Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) yang dimanfaatkan tidak begitu luas, dan KTH baru berusia 1 tahun, tetapi sudah mampu menghasilkan atau panen kacang tanah sebanyak 8,5 ton, atau sekitar 4-4,5 ton/panen hasil 1 kali panen per 4 bulan.

“Kacang tanah dihargai pedagang sebesar Rp8.000–Rp10.000/kg, sehingga dapat menghasilkan Rp32 juta-Rp45 juta per panen,” kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM (BP2SDM) KLHK Helmi Basalamah, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Kamis (2/4).

Helmi menambahkan, untuk sereh wangi, sudah ada perusahaan yang menampung dengan pola mitra, dimana bibit sereh disediakan perusahaan. Panen sereh wangi menghasilkan 6 ton atau sekitar 3-4,5 ton/panen (1 kali panen per 3 bulan) dengan harga jual Rp500/kg menghasilkan Rp1,5 juta-Rp2,25 juta/panen.

Belum lagi hasil panen pisang, jagung, umbi-umbian, lalap-lalapan, kunyit, jahe, lengkuas, dan tanaman pangan lainnya, yang menjadi sumber sebagian nutrisi (karbohidrat, protein, vitamin dan mineral) keluarga petani, dalam memenuhi kebutuhan pangan, terutama selama wabah virus Covid-19. “Dengan pelibatan masyarakat, pengelolaan Hutan Diklat Rumpin melalui konsep Leuweung Hejo Masyarakat Ngejo dapat terwujud. Hutan Diklat menjadi terjaga dari pengrusakan dan penyerobotan lahan,” jelas Helmi.

Dia menegaskan, meski wabah virus Corona tengah merebak, BDLHK Bogor, bersama para penyuluh kehutanan, dan masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH), tetap bekerja secara produktif. Mereka melakukan kegiatan tumpangsari yang memadukan tanaman kehutanan, tanaman MPTS, tanaman sela (sereh wangi), serta budidaya tanaman di bawah tegakan berupa jagung, kacang tanah, umbi-umbian, dan empon-empon.

Helmi mengatakan, selain menyelenggarakan pelatihan kepada aparatur dan non aparatur, BDLHK Bogor juga peduli terhadap masyarakat sekitar, melalui kegiatan-kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Rumpin. “Jadi mereka tetap bekerja produktif dengan tetap waspada mengikuti kebijakan dan arahan dari pemerintah,” ujarnya.

Kepedulian ini digambarkan dengan kegiatan pemberdayaan masyakat melalui pembentukan KTH mitra BDLHK Bogor yaitu KTH Babakan Setu beranggotakan 25 orang, KTH Lio Maju beranggotakan 24 orang, KTH Lebak Sawo beranggotakan 25 orang, dan KTH Barokah Hijau beranggotakan 45 orang. Keempat KTH ini didampingi 2 orang penyuluh kehutanan, dan 3 orang tenaga bakti rimbawan.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *