Stok Beras Minim, Presiden Jokowi Masih Larang Impor Beras

Cadangan beras provinsi Banten (dok. distanak.bantenprov.go.id)
Cadangan beras provinsi Banten (dok. distanak.bantenprov.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Presiden Jokowi masih konsisten menjalankan kebijakannnya untuk melarang impor beras. Padahal saat ini cadangan beras di gudang Perum Bulog saat ini baru setengah dari cadangan yang bisa dikumpulkan tahun lalu.

Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto mengatakan, masalah impor beras sudah diatur dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 2015 Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras dan Penyaluran Beras oleh Pemerintah.

Dalam beleid itu, kata Andi, ada juga yang mengatur soal Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Namun sejauh ini kebijakan pemerintah adalah tidak impor beras. “Sampai hari ini arahan Presiden sama tidak impor beras,” kata Andi seperti dikutip setkab.go.id, Selasa (12/5).

Dia mengatakan, kalau ada keharusan melakukan impor beras, pasti ada pertimbangan yang dalam dan serius yang disampaikan oleh Perum Bulog, Kementerian Perdagangan, dan Kemenko Perekonomian. Andi juga mengatakan dalam Inpres No. 5 Tahun 2015 itu juga sudah mengantisipasi kemungkinan dilakukannya impor beras.

Di situ disebutkan, impor beras baru bisa dilakukan jika ketersediaan beras dalam negeri tidak mencukupi untuk kepentingan memenuhi kebutuhan stok dan cadangan beras pemerintah. Selain itu, impor beras juga baru bisa dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dalam negeri.

Saat ini, jelas Seskab, masih proses panen raya yang laporannya terus diupdate pemerintah. “Kira-kira sampai akhir bulan ini baru tahu ketersediaan stok untuk antisipasi puasa dan lebaran,” terangnya.

Data Kementerian Pertanian menunjukkan, pada tahun 2014 lalu, total produksi gabah kering giling (GKG) mencapai 70,83 juta ton atau setara dengan beras sebanyak 44,43 juta ton. Pada tahun 2015 ini, pemerintah menargetkan adanya kenaikan produksi sebesar 3,84 persen, dengan jumlah produksi GKG sebanyak 73,40 juta ton atau setara dengan 46,14 juta ton beras.

Sementara hingga akhir April 2015, capaian untuk volume pengadaan beras di seluruh gudang-gudang yang dimiliki Perum Bulog baru mencapai sekitar 450.000 ton. Angka itu, jauh lebih kecil atau hanya setengah dibandingkan penyerapan pada periode sama di tahun 2014 yang mencapai 900.000 ton.

Padahal, Presiden telah mentargetkan Perum Bulog pada tahun ini bisa melakukan pengadaan beras sebesar 4,5 juta ton demi menjaga stok beras nasional. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *