Stok Pangan Lebaran Cukup, Impor tak Perlu

Pedagang barang kebutuhan pokok menjajakan dagangannya (dok. jabarprov.go.id)
Pedagang barang kebutuhan pokok menjajakan dagangannya (dok. jabarprov.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Pemerintah menutup pintu atas rencana impor bawang untuk menurunkan harga bawang di pasaran. Hal itu ditegaskan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (24/5). Dalam kesempatan itu Amran menegaskan, produksi bawang merah saat ini dalam posisi surplus, karena itu impor tak diperlukan.

Amran menerangkan, produksi bawang merah di Indonesia saat ini adalah 241.600 ton, sementara kebutuhannya 175.600 ton. “Banyak yang minta. Tidak akan saya keluarkan impor bawang. Bawang merah masih surplus,” kata Amran.

Harga bawang merah saat ini memang cukup tinggi yaitu mencapai Rp40 ribu per kilogram. Harga ini jauh di atas permintaan Presiden Joko Widodo agar harga bawang merah bisa ditekan ke angka Rp20 ribu per kilogram. Karena itulah, pada Senin (23/5) Amran juga menghelat pertemuan dengan para stakeholder pangan.

(Baca juga: Stok Bawang Merah untuk Ramadhan Cukup)

Dalam kesempatan itu, Amran mengajak stakeholder komoditas berasm jagung, bawang merah, dan unggas untuk menjaga stabilitas harga pangan, terutama dalam menghadapi bulan Ramadhan dan lebaran nanti. Amran menegaskan, ketersediaan pangan pokok seperti beras, jagung, cabai besar, cabai rawit, bawang merah, daging ayam dan telur ayam ras dapat mencukupi kebutuhan menjelang bulan Ramadhan sampai Lebaran.

Untuk beras ketersediaannya mencapai 7,15 juta ton sementara kebutuhan hanya sebesar 5,62 juta ton. Sementara untuk komoditas jagung ketersediaannya mencapai 3,9 juta ton sementara kebutuhan hanya 1,75 juta ton. Untuk bawang merah ketersediaanya mencapai 241 ribu ton dan kebutuhan hanya sebesar 175,6 ribu ton.

Demikian pula dengan komoditas unggas yakni ayam daging dan ayam ras. Ketersediaan ayam di bulan Juni dan Juli, kata Amran, mencapai sebesar 494 ribu ton, sementara kebutuhannya hanya 234,7 ribu ton. Untuk telur ayam ketersediaan mencapai 503,4 ribu ton sementara kebutuhan hanya sebesar 253,6 ribu ton.

Data Kementerian Pertanian itu dibenarkan oleh Ketua Asosiasi Pedagang Beras Pasar Induk Beras Cipinang (PBIC) Nelly Soekidi. Dia menegaskan ketersediaan beras di PIBC menjelang Ramadhan dan saat Lebaran dapat tercukupi. “Ini dapat dilihat dari ketersediaan beras saat ini di PIBC sesuai dengan pasokan normal yakni 25 truk beras yang masuk setiap hari dengan harga termurah Rp7.800 per kg,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Bawang Merah Pasar Kramat Jati, Hasan Kudri mengungkapkan ketersediaan bawang merah pada bulan Juni dan Juli aman tercukupi bahkan surplus. Ini dibuktikan dengan pasokan bawang merah yang masuk Jakarta sebanyak 280 ton hingga 300 ton per hari sedangkan kebutuhannya hanya 240 ton hingga 280 ton per hari. “Banyaknya pasokan ini karena bertepatan dengan musim panen raya,” ungkap hasan Kudri.

Harga bawang merah pun saat ini sudah turun dibandingkan 2 minggu lalu yaitu sebesar Rp14 ribu hingga Rp20 ribu di tingkat bandar. Sementara di tingkat pengecer harganya bervariasi antara Rp20 ribu-Rp25 ribu. Harga bawang sudah turun jauh dari angka Rp40 ribu-Rp45 ribu pada dua pekan sebelumnya di tingkat pengecer.

Ketua Dewan Bawang Merah Nasional Amin Kartiawan Danova menambahkan, produksi bawang merah melimpah di daerah sentra produksi yakni Bima, Brebes, Nganjuk, Probolinggo, Malang, Sumbawa, Enrekang dan Jabar yaitu mencapai 85 ribu hingga 110 ribu ton. Dia meyakini harga bawang di bulan Juni-Juli bertepatan dengan bulan puasa dan lebaran, akan turun ke angka Rp13 ribu per kilogram dan paling mahal Rp20 ribu per kilogram. (*)

Ikuti informasi terkait komoditas bawang merah >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *