Subsidi Benih Dihapus, Petani Tertekan | Villagerspost.com

Subsidi Benih Dihapus, Petani Tertekan

Benih padi bantuan pemerintah untuk petani (dok. balitbang pertanian)

Jakarta, Villagerspost.com – Anggota Komisi VI DPR RI Bambang Haryo Soekartono mengatakan, awal tahun 2018 ini, pemerintah malah memberi kabar buruk bagi petani. Kabar buruk itu adalah kebijakan tak populis berupa pencabutan subsidi benih padi. Seperti diketahui, pemerintah tahun ini akan mencabut dana subsidi benih sebesar Rp1,3 triliun.

“Kebijakan ini dipastikan menekan para petani sekaligus menurunkan gairah menanam padi. Dampaknya, benih padi yang selama ini hanya Rp2.500 per kg, akan menjadi Rp11.000 per kg,” kata Bambang dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Selasa (2/1).

Harga benih padi, kata dia, bahkan sangat mungkin naik lebih tinggi lagi saat kebutuhan meningkat pada saat memasuki musim tanam. Pada musim tanam, permintaan benih akan tinggi dan harga pasar sesuai permintaan dan suplai akan berlaku.

“Saat benih padi unggulan menjadi mahal, petani pun malas bertani. Kondisi ini bisa menyusutkan area sawah dan pasokan beras pun akan merosot tajam. Jika area tanam padinya berkurang tentu pupuk subsidi juga tidak terserap maksimal,” kata politikus Partai Gerindra ini.

Dia menambahkan, saat benih padi unggulan bersertifikat menjadi mahal, mungkin saja para petani memilih benih sendiri yang kualitasnya tidak terjamin. Akhirnya, benih yang beredar di kalangan petani adalah yang berkualitas rendah dengan rendemen yang tidak maksimal.

“Dicabutnya subsidi benih ini tak hanya menyurutkan semangat petani, PT Pertani sendiri mengaku kecewa, apalagi saat ini mereka sedang menyiapkan varietas baru,” papar Bambang.

Varietas itu adalah Impari 30, Impari 32, dan Impari 33 yang digadang-gadang mampu menggantikan varietas Ciherang yang selama ini sudah menjadi andalan petani. Varietas Impari disinyalir akan menghasilkan panen hingga 10 ton per hektare. Sedangkan Ciherang 8 ton per hektare area penanaman padi. “Rasa dua varietas ini hampir sama. Hanya saja produktifitas Impari lebih unggul,” ujarnya.

Bambang mengaku geram dengan kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada petani. “Kita mengharapkan tidak hanya subsidi pupuk saja yang diberikan, melainkan subsidi benih juga harus diberikan sehingga bisa sinkron. Keduanya, pupuk dan benih sangat dibutuhkan petani. Pemerintah harusnya ada untuk petani, mengapa kini malah menekan petani. Kalau begini terus bukan swasembada pangan, tapi Indonesia justru semakin terpuruk,” pungkasnya.

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *