Sukses, Operasi Bersih Sungai Ciliwung (OBSC) Berlanjut Bulan Depan | Villagerspost.com

Sukses, Operasi Bersih Sungai Ciliwung (OBSC) Berlanjut Bulan Depan

 

Peserta OBSC bergembira mengarungi deras arus Ciliwung sambil melakukan aksi bersih sungai dari sampah (dok. yalisa)

Bogor, Villagerspost.com -Gelaran Operasi Bersih Sungai Ciliwung (OBSC) telah sukses digelar pada Rabu (14/2) kemarin. Gelaran ini menjadi satu di antara program konservasi lingkungan yang dibesut oleh Yayasan Lintas Sungai Abadi (Yalisa) bersama sejumlah komunitas dan pegiat lingkungan.

Sejumlah komunitas yang terlibat OBSC antara lain, Sekolah Kolong Jembatan (SKJ) Depok, Komunitas Olahraga Rekreasi (Orek) Depok, Sedekah Rekreasi Depok, Pakar (Pecinta Alam dan Kreativitas Pelajar) 1 Bogor, Mapala Sahid, Sispala Giriwana, dan provider olahraga air Rafting Cisadane. OBSC akan menjadi program rutin yang digelar setiap bulan.

Peserta mengangkuti sampah yang mengotori sungai Ciliwung (dok. yalisa)

Ketua Panitia OBSC Yalisa Shadam Firmansyah mengatakan OBSC ini diharapkan bisa menjadi kegiatan yang berlangsung terus menerus. Bahkan, kata dia, gerakan ini juga harus direplikasi oleh komunitas dan pegiat lingkungan lainnya.

“Melihat antusiasme peserta yang terlibat, kami optimis bahwa gerakan kecil ini mampu membawa perubahan besar bagi kelestarian lingkungan. Khususnya untuk sungai Ciliwung,” ujar Shadam, kepada Villagerspost.com, Kamis (15/2) usai memandu peserta OBSC di Bojong Gede, Bogor.

Menurutnya, OBSC adalah program pelestarian lingkungan yang memadukan rekreasi, dalam hal ini arung jeram dengan upaya konservasi lingkungan. “Kami mencoba memadupadankan konsep fun rafting (arungjeram) dalam upaya konservasi lingkungan. Konsep ini diharapkan menjadi sebuah pop culture baru yang diminati oleh masyarakat, khususnya anak muda,” jelasnya.

Dari operasi ini diketahui ada 28 titik pembuangan sampah liar di sepanjang jalur Cilebut-Bojong Gede (dok. yalisa)

Dari hasil pengarungan di jalur sepanjang 6,5 kilometer, menyusuri aliran Sungai Ciliwung dari Cilebut, menuju Bojong Gede ditemukan sejumlah titik pembuangan sampah liar. Titik pembuangan sampah tersebut dipilih menjadi lokasi pemungutan sampah oleh para peserta OBSC.

“Ada 28 titik sampah yang kami temukan. Sebagian besar sampah yang kami temukan adalah plastik, dan styrofoam. Bukan hanya sampah plastik yang menjadi masalah di Ciliwung. Pencemaran juga terjadi akibat limbah rumah tangga, limbah peternakan, bahkan kotoran manusia,” urai pemuda yang juga menjabat sebagai divisi kampanye di Forum Media Hijau (FMH) Yalisa ini.

OBSC menjadi ajang yang memadukan petualangan, rekreasi dan konservasi lingkungan (dok. yalisa)

OBSC selanjutnya, kata Shadam, akan digelar pada tanggal 22 Maret mendatang, yang bertepatan dengan Hari Air Sedunia. Kegiatan mendatang juga akan digunakan sebagai program edukasi lingkungan.

“Maka dari itu, kami mengharapkan lebih banyak lagi peserta yang berpartisipasi di OBSC bulan depan. Selain mengajak langsung membersihkan Ciliwung, kami juga membuka donasi untuk konservasi sungai yang bisa diakses di situs donasi Kitabisa.com,” tandasnya.

Bagi anda yang ingin terlibat langsung di OBSC mendatang, bisa mengikuti informasi yang ada di media sosial Yalisa, seperti Facebook, Instagram, dan YouTube. Sementara bagi yang ingin berpartisipasi dalam bentuk donasi, bisa mengunjungi situs penggalangan dana kitabisa.com/donasisungai.

Laporan/Foto: AF Rizaldi, Yalisa

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *