Susi Pantau 9 Kapal China yang Kabur | Villagerspost.com

Susi Pantau 9 Kapal China yang Kabur

Kapal asing eks China yang melarikan diri saat masih berada di Pelabuhan Polama, Timika, Papua (dok. kkp.go.id)

Kapal asing eks China yang melarikan diri saat masih berada di Pelabuhan Pomako, Timika, Papua (dok. kkp.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terus memantau keberadaan sembilan kapal asing eks China pelaku illegal fishing yang kabur dari tempat penahanannya di Pelabuhan Pomako, Timika, Papua. Susi telah meminta kepada satuan kerja dari Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP) KKP untuk mencari keberadaan kapal-kapal eks asing tersebut.

“Saya meminta agar seluruh satuan kerja PSDKP mencari dimana kapal-kapal eks asing itu berada, untuk meningkatkan pengawalan dan pengamanan bersama-sama dengan Lanal TNI AL dan Polair Baharkam Polri dengan arahan dari Satgas 115,” kata Susi seperti dikutip kkp.go.id, Selasa (12/1).

Susi juga sudah meminta pengawalan dan pengamanan pada 715 kapal eks asing yang tersebar di 26 pelabuhan menggunakan mekanisme dengan melumpuhkan kapal-kapal tersebut sehingga tidak dapat melakukan pergerakkan. Pihak KKP bersama Satgas Illegal Fishing juga telah mengaktifkan transmitter untuk seluruh kapal.

Kemudian, pihak KKP juga telah melakukan penguatan sinergi dan koordinasi antar lembaga pemerintah, yakni Satker PSDKP, Lantamal/Lanal TNI-AL, dan Polair Baharkam Polri dengan arahan dari Satgas Illegal Fishing. “Kapal-kapal yang ada saat ini juga dapat diregistrasi kembali,” pinta Susi.

Registrasi kapal tersebut bertujuan untuk mengetahui kapal-kapal yang tidak terlibat tindak pidana dan yang tidak termasuk dalam daftar hitam perusahaan maupun kapal-kapal eks asing. Peningkatan kerja sama internasional pun dilakukan untuk mendeteksi kapal- kapal yang dilarikan. Terutama kerja sama dengan negara yang memiliki satelit pemantauan seperti Australia, Amerika Serikat dan Norwegia.

Susi juga meminta Interpol untuk segera menerbitkan Red Notice dan bekerjasama dengan negara-negara yang terdapat ABK di dalamnya. Susi juga meminta Satgas Illegal Fishing memanggil dan meminta duta besar China untuk Indonesia agar melakukan ekstradisi.

“Saya akan memanggil dubes Tiongkok untuk mengekstradisi kapal maupun ABK yang yang diduga kuat melakukan tindak pidana. Hal ini merupakan bagian dari flag state responsibility berdasarkan hukum internasional yang relevan,” pungkas Susi. (*)

Kesembilan kapal eks China telah dibawa lari pada 30 Desember 2015 lalu. Menurut laporan, ke sembilan kapal itu membawa 39 ABK China, dimana 8 orang sebelumnya telah ditugaskan untuk menjaga kapal-kapal tersebut. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *