Syafrudin, Petani Tua Yang Didakwa Merusak Lingkungan Dibebaskan | Villagerspost.com

Syafrudin, Petani Tua Yang Didakwa Merusak Lingkungan Dibebaskan

Syafrudin, usai dibebaskan oleh majelis hakim PN Pekanbaru (dok. change.org)

Jakarta, Villagerspost.com – Kakek Syafrudin (69 tahun) petani tua yang tadinya didakwa merusak lingkungan dan dituntut hukuman selama 4 tahun penjara dan denda 3 miliar rupiah, akhirnya dinyatakan bebas oleh Pengadilan Negeri Pekanbaru. Menurut Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru, Kakek Syafrudin tidak terbukti melakukan tindak pidana yang didakwakan.

Dibebaskannya Kakek Syafrudin dari segala tuntutan, menjadi cerminan bagi penegak hukum, untuk tidak melakukan kriminalisasi kepada petani kecil seperti Kakek Syafrudin.

Noval Setiawan SH dari LBH Pekanbaru, kuasa hukum yang mendampingi Kakek Syafrudin sejak awal kasusnya menyatakan rasa terimakasihnya atas dukungan dari rekan media, masyarakat Pekanbaru, dan mahasiswa kepada Kakek Syafrudin.

“Berkat bantuan dan dukungannya, akhirnya Pengadilan Negeri Pekanbaru menjatuhkan vonis tidak bersalah. Majelis hakim menyatakan Kakek Syafrudin tidak terbukti melakukan pidana, karena lahan yang dipermasalahkan merupakan kearifan lokal,” ucap Noval Setiawan, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Rabu (6/2).

Selain dukungan dari masyarakat Pekanbaru, dukungan melalui petisi online juga didorong Noval untuk terus mencari dukungan kebenaran. Dukungan masyarakat untuk Kakek Syafrudin melalui petisi #TeganyaSamaPetani mendapatkan 10.187 tanda tangan. Dukungan tersebut bisa dilihat dilaman www.change.org/teganyasamapetani

Berikut kutipan petisinya di laman www.change.org/teganyasamapetani

“Sehari-hari Syafrudin yang tak bisa baca tulis mencari penghidupan dengan menggarap lahan milik orang lain. Ia menanam lahan tersebut dengan tanaman palawija, seperti ubi, kacang panjang, dan pisang. Lahan pinjaman tersebut sudah digarapnya sejak 27 tahun yang lalu untuk menghidupi seorang istri dan 6 anaknya”.

Kakek Syafrudin adalah petani kecil yang tinggal di desa Rumbai, Pekanbaru, Riau. Kakek Syafrudin menggarap lahan milik orang lain sejak tahun 1993 untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Di lahan 20m x 20m Kakek Syafrudin biasa menanami palawija, seperti ubi, kacang panjang, dan pisang.

Pada 17 Maret tahun lalu, Kakek Syafrudin sedang membersihkan lahan dengan cara membakar mengunakan mancis. Namun naas, polisi menangkapnya dan memprosesnya hingga ke Pengadilan.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *